Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 12:40 WIB

Masa Depan Kita, Hanyalah Allah yang Tahu

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 19 Desember 2019 | 00:05 WIB
Masa Depan Kita, Hanyalah Allah yang Tahu
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

MENARIK sekali bagian akhir sambutan Ketua STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo, Habib M. Taufiq, yang menganjurkan para wisudawan wisudawati untuk menjalani proses pembelajaran diri dengan memasrahkan kepada Allah tentang akan menjadi apa nantinya. Menjadi apa itu bukan tugas kita, tugas kita adalah belajar, berusaha dan berdoa. Sungguh sambutan ini kental dengan muatan mistikal (tashawwuf).

Karena saya didaulat menyampaikan orasi ilmiah maka saya punya waktu menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan hal yang sama bahwa tujuan akhir dari semuanya adalah bahagia dalam ridla Allah. "Persembahkanlah dalam hidup ini segala apa yang Allah suka, maka Allah akan memberikan kepada kita apa yang kita mau."

Ada potensi besar munculnya kegelisahan psikologis di tengan masyarakat petani yang mengalami proses industrialisasi dan digempur dengan derasnya siraman informasi. Ketenangan dan kedamaian masyarakat petani yang biasa menjadi pemandangan harian di desa mulai musnah tergantikan keriuhan perdebatan sosial politik dunia. Lalu apa solusinya untuk bisa tenang kembali? "Jangan pernah kosongkan hati dari cinta kepada Allah, Rasulullah dan Islam." Demikian saya sampaikan di perguruan tinggi yang berlokasi di wilayah desa setengah kota ini.

Kompetisi kehidupan dunia yang sangat terbuka dalam banyak hal dan promosi gaya hidup yang tak pernah berhenti selama 24 jam sehali, 7 hari seminggu, sungguh membuat gelisah banyak anak muda dengan masa depannya sendiri. Pertanyaan "bisakah saya bertarung dalam dunia bebas ini?" dan "akan jadi apakah saya nanti dalam hal pekerjaan?" merupakan pertanyaan yang sulit dijawab pasti oleh mereka.

Bagi mereka yang bingung dan gelisah, saya sampaikan bahwa Allah tak pernah kekurangan dan kehilangan cara untuk mengatur hidup hambaNya. Sifat Allah sebagai MAHA dalam segala-galanya adalah sifat yang tetap selamanya. Tak usahlah bingung, dan yang terpenting adalah menghambalah kepadaNya dengan hakikat penghambaan. Masa depan ada dalam kuasaNya, selama terus bersama denganNya maka masa depan kita akan aman selamanya.

Selamat tinggal kegelisahan, selamat datang kebahagiaan. Selamat untuk civitas akademika dan para wisudawan STAI Nurul Huda. Salam, AIM. [*]

Komentar

x