Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:23 WIB

Rumah di Surga Jika Rutinkan Sunah Rawatib

Senin, 9 Desember 2019 | 14:00 WIB
Rumah di Surga Jika Rutinkan Sunah Rawatib
(Ilustrasi)
facebook twitter

DARI Aisyah radhiyallahu anha, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh." (HR. Tirmidzi, no. 414. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, beliau mengatakan, "Aku menghafal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib, dua rakaat sesudah Isya, dan dua rakaat sebelum Shubuh." (HR. Bukhari, no. 1180)

Buktinya adalah tentang hadits shalat rawatib dalam sehari berikut ini. Dari Ummu Habibah radhiyallahu anha, Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah (rawatib) dalam sehari-semalam sebanyak 12 rakaat, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga."

Coba kita lihat, bagaimana keadaan para periwayat hadits ini ketika mendengar hadits tersebut. Di antara periwayat hadits di atas adalah An-Numan bin Salim, Amr bin Aws, Ambasah bin Abi Sufyan dan Ummu Habibah yang mendengar dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam secara langsung.

Ummu Habibah mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut langsung dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam."
Ambasah mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah."
Amr bin Aws mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ambasah."
An-Numan bin Salim mengatakan, "Aku tidak pernah meninggalkan shalat sunnah dua belas rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Amr bin Aws." (HR. Muslim, no. 728)

[baca lanjutan]

Komentar

x