Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:27 WIB

Kalau Boleh Memilih, di Bumi Mana Anda Ingin Mati?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 9 Desember 2019 | 00:03 WIB
Kalau Boleh Memilih, di Bumi Mana Anda Ingin Mati?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

TAK ada yang bisa menebak di mana dirinya akan wafat. Al-Qur'an menegaskan: "Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal." (QS. Luqman 31: Ayat 34)

Hari ini, seorang Kiai zuhud sederhana, KA Syadzili Hasan meninggal dunia di tanah Mekah setelah kemarin melaksanakan ibadah umrah. Tak ada pengantar sakit yang parah, tiba-tiba menghembuskan nafas terakhir dengan tenang. Demikian disampaikan istrinya saat kami ta'ziyah. Almarhum masih dalam ikatan kekerabatan dengan saya, abah dari adik Fawaid, dosen IAIN Madura. Baru saja mengantarkan beliau ke mobil jenazah, kami ditelpon jamaah sendiri yang memberi kabar bahwa salah seorang jamaah kami, Bapak Karsono, juga meninggal dunia, di tanah Mekah. Beliau juga tak sakit parah, tutur isteri dan teman sekamarnya.

Keluarga tentu sempat kaget dan berduka, namun siapakah yang bisa mengatur saat dan tempat untuk meninggal dunia. Ada tiga hal yang membahagiakan keluarganya yang harusnya menjadikannya lebih tenang dan ikhlas melepas kepergian mereka. Pertama, meninggalnya adalah saat atau selesai ibadah umrah, sungguh tanda-tanda husnul khatimah. Kedua, meninggalnya di tanah suci Mekah, tanah yang diberkahi. Ketiga, meninggalnya adalah pada malam Jum'at.

Mekah adalah tanah terbaik, tanah pilihan Allah, tanah yang dicintai Rasulullah. Lebih dari itu, begitu banyak orang yang menshalati dan mendoakan mereka yang meninggal di tempat ini saat prosesi ibadah haji atau umrah. Tak aneh jika ada banyak orang yang inginnya adalah meninggal di Mekah dan dikuburkan di Mekah.

Renungannya bagi kita adalah bahwa kematian bisa datang tanpa diduga. Ia datang tak mengikuti inginnya kita, tetapi mengikuti izin dan takdir Allah SWT. Yang bisa kita upayakan adalah terus beristiqamah dalam melakukan kebaikan sambil berharap meninggalnya adalah dalam keadaan melaksanakan kebaikan, mati husnul khatimah.

Tak masalah kapan dan di mana kita akan meninggal. Asal kita husnul khatimah, diridlai Allah, kita akan lega menghadapi kematian. Semoga Allah sayangi kita semua dan ampuni dosa serta kesalahan kita semua. Salam, AIM. [*]

Komentar

x