Find and Follow Us

Jumat, 24 Januari 2020 | 13:22 WIB

Bagaimana Kita Nanti Ditentukan Bagaimana Saat Ini

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 8 Desember 2019 | 00:02 WIB
Bagaimana Kita Nanti Ditentukan Bagaimana Saat Ini
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

AL-QURAN menyatakan bahwa barang siapa yang buta (agama) dalam hidup di dunia maka di akhirat kelak dia akan menjadi buta. Ada ulama yang berkata bahwa barangsiapa yang tidak merasakan surga dalam hidup di dunia maka dia tidak akan masuk surga di akhirat kelak. Catatan biar tidak salah tafsir: "surga di dunia ini adalah dengan hati ridla atas segala apa yang Allah tentukan "

Singkat kalimat, apa yang kita lakukan dalam hidup di dunia yang sementara ini sungguh sangat menentukan bagaimana kondisi kita nanti di alam akhirat yang abadi nanti. Banyaklah berbuat kebaikan selama hidup agar nasib baik adalah untuk kita nantinya. Tabunglah pahala sebanyak mungkin, jauhi dan hapuslah dosa sebersih mungkin.

Diabadikan oleh sejarah tentang kisah seorang alim, abid, wara' serta bijak bernama Mas'ud bin Muhammad al-Hamdzani. Beliau termasuk orang pilihan yang tak pernah diliput kesedihan dalam hidupnya. Mengapa? Karena beliau tak pernah ambil pusing dengan kedzaliman yang dilakukan oleh orang lain kepadanya. Beliau mudah melupakan kesalahan orang lain. Kalimat yang terkenal dari beliau adalah: "Yang berlalu tak usahlah disebut-sebut lagi (al-maadli laa yuzkar)."

Kalimat yang sering diucapkan itu dikenang oleh banyak orang. Faktanya, memang dengan cara seperti itulah kita bisa tetap tersenyum pada semua orang. Namun, faktanya juga, begitu sulitnya melupakan kesalahan orang walaupun telah berlalu lama. Suatu malam ada yang bermimpi beliau, setelah sekian lama meninggal. Orang yang bermimpi bertanya: "Bagaimanakah Allah memperlakukanmu, ya Syeikh?" Beliau menjawab: "Allah memanggilku untuk menghadap. Lalu Allah berfirman: 'Ya Mas'ud, yang berlalu tak usah disebut-sebut lagi. Lanjutlah masuk ke dalam surga."

Subhanallaah, indahnya masuk surga tanpa hisab. Mari kita lupakan kesalahan orang lain. Lupakanlah kesalahanku padamu ya. Salam, AIM. [*]

Komentar

x