Find and Follow Us

Senin, 16 Desember 2019 | 15:36 WIB

Nasehat Pernikahan

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 26 November 2019 | 00:02 WIB
Nasehat Pernikahan
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

KEMARIN terlaksana akad nikah antara Raisha Hafandi dan Mohmmad Insan di Masjid Nasional al-Akbar Surabaya. Pengantin puteri adalah puteri wakil pengasuh pondok pesantren kota Alif Laam Miim. Keluarga besar P2K Alif Laam Miim sungguh ikut berbahagia dengan momen bahagia ini. Saya bertugas sebagai penyampai khutbah nikah sekaligus sebagai saksi bersama dengan Bapak Menkopolhukan, Prof. Mahfudh, MD.

Semua orang yang menikah pasti berharap bahagia. Bagaimana caranya? Bacalah sejarah orang-orang yang sukses bahagia, lalu teladanilah. Di antara contoh yang paling diakui kesuksesan dn kebahagiaannya adalah keluarga Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Muhammad.

Sebelum saya menyampaikan khutbah, saya mencari data penelitian modern tentang bagaimana cara menuju pernikahan yang bahagia. Ada beberapa penelitian, salah satunya yang dilakukan oleh Dr. Iman Abdillah. Salah satu kunci utama pernikahan bahagia adalah "al-ihtiram al-mutabadil" atau saling menghormati dan "ihtiram al-sulukiyah" atau menghormati keberbedaan model hidup yang dibawanya dari kultur berbeda dari kedua pasangan yang menikah itu.

Ada yang berkeyakinan bahwa penghormatan itu biasanya diberikan kepada pasangan yang memiliki kelebihan. Banyak yang menganggap bahwa perhatian dan penghormatan banyak diberikan kepada mereka yang memiliki kelebihan sisi jasmani, misalnya cantik dan ganteng. Akhirnya, banyaklah orang yang berusaha keras menjaga keindahan fisik, kecantikan dan kegantengan. Berhasilkah mendapatkan perhatian dn perhormatan?

Berkenaan dengan hal ini, teringatlah saya pada nasehat berikut ini yang menegaskan hubungan antara cantik dan perhormatan, yang menyiratkan kesimpulan bahwa cantik itu lebih pada kecantikan hati ketimbang kecantikan penampilan fisik: "Wanita itu akan selalu terlihat cantik selama suaminya mencintainya. Suaminya akan selalu mencintainya selama sang istri itu menghormatinya."

Selanjutnya, renungkan sendiri. Selamat menempuh hidup baru Ananda Raisha dan Ananda Insan. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x