Find and Follow Us

Senin, 9 Desember 2019 | 10:19 WIB

Sukseslah, Lalu Bicara, Telinga Dunia akan Terbuka

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 17 November 2019 | 00:03 WIB
Sukseslah, Lalu Bicara, Telinga Dunia akan Terbuka
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

COBALAH perhatikan, buku-buku yang ditulis oleh siapakah yang paling laris dibeli dan paling banyak dibaca? Pasti jawabannya adalah buku yang ditulis oleh orang-orang sukses atau buku tentang orang-orang sukses.

Sesederhana apapun kisah dalam buku itu pastilah diburu orang dan didiskusikannya dengan cara seksama. Training atau seminar yang menghadirkan orang-orang sukses itu pun ramai dihadiri para peserta. Ingin berguru kesuksesan, kata mereka.

Sementara itu, buku-buku yang ditulis oleh mereka yang belum sukses atau yang belum terkenal sukses tidak akan diburu dan dibaca banyak orang, sebaik apapun buku itu ditulis. Training atau seminar yang menghadirkan pembicara yang tidak terkenal tak begitu memantik perhatian, walaupun training itu menggunakan banyak literatur hebat. Dunia sepertinya tidak tertarik untuk belajar dari orang yang tak sukses atau gagal. Takut ketularan gagal, kata mereka.

Iya, benar kata para pujangga: "Tak ada yang perhatian kepadamu sampai kamu itu menjadi orang yang sukses, pemenang, sang juara." Karena itulah maka tak usahlah kita mengumbar kisah duka apapun di media sosial, kecuali kalau kita adalah orang sukses. Selara apapun kisah kita, tak ada yang baca. Terkecuali kalau tulisan ratapan kita itu tidak diniatkan sebagai untuk dibaca orang lain, melainkan hanya sebagai penanda tanggal derita kita.

Sadar bahwa untuk didengar dan diminati adalah harus terlebih dahulu menjadi orang sukses, maka banyak sekali orang yang kini mengiklankan dirinya sebagai orang sukses, sebagai orang hebat. Bahkan "penceramah" agama pun ada yang mengiklankan dirinya sebagai penceramah paling hebat, paling cerdas, paling lucu dan paling-paling lainnya. Berhasilkan merebut perhatian? Iya, sebagian adalah berhasil.

Namun, sesuatu yang tumbuh tanpa akar menghunjam ke dalam tanah, biasanya akan cepat musnah. Orang yang memang tidak memiliki akar keilmuan dan ketawadlu'an yang bagus biasanya akan segera redup dengan sendirinya. Kalau begitu, tak perlulah ngotot mengiklankan diri. Alami, natural, adalah lebih baik dan abadi. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x