Find and Follow Us

Sabtu, 14 Desember 2019 | 21:23 WIB

Makhluk Allah yang Pertama Ucapkan Kata "Amin"

Kamis, 14 November 2019 | 07:00 WIB
Makhluk Allah yang Pertama Ucapkan Kata
(Ilustrasi)
facebook twitter

BERDASARKAN penjelasan Ustaz Ahmad Sarwat Lc, kata "amin" itu sumbernya bukan dari siapa-siapa, tetapi berasal dari malaikat Jibril alaihissalam. Dan keterangannya ada di dalam hadis nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Tentunya sumbernya dari Allah Ta'ala juga.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Malaikat Jibril mentalqinkan (membacakan) kepadaku kata "amin", saat aku diam setelah membaca surat Al-Fatihah, seraya berkata, "Itu seperti penutup dari suatu surat."

Di sisi lain, mengucapkan amin di dalam salat dijanjikan akan diampuni dosanya, berdasarkan hadis sahih berikut ini: "Apabila Imam mengucapkan amin, maka ucapkanlah amin. Sesungguhnya siapa yang sama amin-nya dengan amin malaikat, maka dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sebagai rasul dan sumber syariah Islam, telah mendapatkan banyak jenis wahyu. Sebagian dari wahyu itu berbentuk ayat Alquran, namun jumlahnya sangat terbatas. Hanya sekitar 6000-an ayat saja. Tentu sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pengambilan hukum syariah.

Karena itu Allah Ta'ala telah menetapkan bahwa apa yang diucapkan, dikerjakan bahkan yang disikapi dengan diam (taqrir) oleh nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, juga berlaku sebagai sumber syariah Islam. Itulah yang kita sebut dengan istilah hadis atau sunah nabi. Baik Alquran maupun hadis nabi, keduanya adalah wahyu. Sebab semua bersumber dari satu titik yang sama, yaitu dari Allah Ta'ala. Meski masing-masing punya perbedaan yang esensial.

Di dalam Alquran, Allah perintahkan kita untuk mengikuti apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. "Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7)

Bahkan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah merupakan bentuk implementasi dari kecintaan kita kepada Allah Ta'ala. Allah berfirman: Katakanlah, "Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)

Mengapa demikian? Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah dijadikan utusan resmi oleh Allah Ta'ala, bahkan apa yang keluar dari mulutnya tidak lain bersumber dari wahyu Allah semata. Sebagaimana firman-Nya: "Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan." (QS. An-Najm: 3-4)

Maka bisa kita simpulkan bahwa mengucapkan kata "amin" bukanlah mengikuti orang nasrani atau yahudi, tetapi bersumber dari agama Islam sendiri. Kalau pun ada kesamaan, yang penting Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah menetapkannya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. []

Komentar

Embed Widget
x