Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 23:15 WIB

Ke Mekkah pun Berburu Emas

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 6 November 2019 | 00:02 WIB
Ke Mekkah pun Berburu Emas
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

BAHASA Arabnya emas adalah "dzahab" yang dalam bentuk kata kerjanya bermakna pergi (menuju). Mungkin saja emas disebut "dzahab" dalam bahasa Arab karena banyaknya orang yang pergi menujunya. Banyak orang mencari emas, berburu emas.

Bahkan saat haji dan umrohpun, banyak yang berburu perhiasan emas. Karenanya toko perhiasan emas berjejeran di pinggir-pinggir hotel dekat Masjid Nabawi dan Masjidil Haram Mekah.

Cukup sering saya dan istri diminta jamaah untuk mengantarkan mereka beli emas. Namun karena kami berdua tak berpengalaman maka kami menolak dengan halus. Namun ada saat di mana saya harus turun tangan, yakni saat jamaah saya ada masalah saat membeli emas. Apakah selalu ada masalah? Apa masalahnya?

Rata-rata yang saya alami adalah masalah ketidaksesuaian barang yang dibeli dengan barang yang diberikan. Sering sekali barang yang diberikan adalah jenis yang berbeda yang lebih murah atau barang lain yang beratnya berbeda, kadang separuh berat yang seharusnya.

Mengapa si penjual tega "menipu" begitu? Sengajakah? Yang jelas, saat dikomplain dan barang dikembalikan, si penjual marah-marah seakan tidak salah. Ternyata, di mana-mana emas sering menjadi sumber masalah. Dekat jarak dengan tanah suci tak mesti menjadikan hati juga menjadi suci. Dekatnya hati dengan tanah sucilah yang membuat hati menjadi suci.

Jangan sedih kalau kita tinggal di tempat yang jauh dari tanah suci, yang penting hati kita dekat dan cinta sebagaimana Rasulullah mencintainya. Bersyukurlah jika kita disempatkan mendekat dengan tanah suci, semoga bisa beramal yang menjadikan hati kita semakin beraih dan suci. Jangan sampai kita dekat badan dengan tanah suci, namun hati kita jauh darinya.

Masihkah mau berburu emas di Madinah dan Mekah? Saya bersyukur istri saya tak begitu suka emas-emasan, sukanya hanya Mas AIM, katanya. Hahaa, ada alasan lain yang lebih rasional, yaitu uang yang Allah titipkan kepada kami masih sangat dibutuhkan untuk penyelesaian masjid di pondok kami, yang kini masih terus membangun. Mohon bantuan doa dan dukungannya ya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x