Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 22:23 WIB

Energi Positif Manusia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 7 November 2019 | 00:08 WIB
Energi Positif Manusia
(Ilustrasi)
facebook twitter

RASULULLAH Muhammad SAW dipuji Allah sebagai manusia terbaik dengan kepribadian teragung (wa innaka la 'alaa khuluq adhiim). Pujian dari Allah adalah pujian yang sesungguhnya, pujian tanpa cacat dan cela sedikitpun. Faktanya, Nabi Muhammad adalah teladan semua kebaikan, semua bagian hidupnya, dari mulai bangun tidur sampai tidur kembali bahkan cara tidurnyapun adalah tercatat sebagai teladan kebaikan.

Sejak beliau lahir sampai kini setelah beliau wafat 15 abad yang lalu, beliau merupakan pesona yang tak pernah kehilangan rona, beliau merupakan lentera yang tak pernah redup, beliau adalah semerbak harum yang terus memikat semua orang. Saat ini pun, saya lihat ribuan orang lalu lalang setiap waktu untuk mendekat kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Begitu mulianya beliau dan begitu bahagianya mereka yang memuliakan beliau.

Mengapa beliau tetap dan selalu mulia serta dimuliakan? Jawabannya adalah karena beliau merupakan sumber energi positif. Sumber tak pernah kering, terus saja mengalirkan kebaikan kepada semuanya, terutama kepada mereka yang mendekat kepada beliau. Inilah makna Rasulullah sebagai "rahmatan lil 'aalamiin). Mereka yang mulianya bukan karena energi positif yang dipunya, kemuliaannya adalah kemuliaan semu yang sementara saja ; ia tak bertahan lama, kan segera lenyap ditelan zaman.

Apa efek dari mendekat kepada sumber energi positif? Mereka yang hatinya dekat dengan pusat energi positif, maka hatinya pun teraliri energi positif, hidupnya akan bergerak berubah untuk satu warna dan satu aliran serta satu frekuensi dengan sumber energi positif yang didekatinya. Inilah alasan mengapa kita selalu dianjurkan mendekat atau bergaul erat dengan orang-orang baik, orang-orang shalih.

Sambungkan hati kita dengan tali rindu dan cinta kepada sumber energi positif, maka kita akan selalu memiliki energi untuk berbuat baik dan menebar kebaikan yang pahalanya akan selalu mengalir kepada kita, bahkan setelah kematian kita nanti. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x