Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 16:29 WIB

Kerancuan Seputar Alkohol

Minggu, 20 Oktober 2019 | 12:00 WIB
Kerancuan Seputar Alkohol
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

KERANCUAN seputar alkohol sudah muncul sejak lama. Mulai dari penggunaan alkohol dalam parfum, dalam obat-obatan atau alkohol yang ada dalam makanan seperti tape. Di antara kekeliruan selama ini adalah penilaian bahwa yang namanya alkohol pastilah khomr. Sehingga orang awam pun ragu mengenai status kehalalan parfum atau obat-obatan yang mengandung alkohol.

Setiap orang yang mendengar kata "khomr" kadangkala mengartikannya dengan minuman beralkohol. Namun dalam syariat Islam yang sempurna, khomr bukanlah terbatas pada minuman beralkohol saja. Makna khomr sebenarnya lebih luas dari itu.

Khomr secara bahasa bermakna buah anggur yang diperas dan bisa memabukkan. Khomr disebut demikian karena khomr bisa menutupi akal. Jadi, secara bahasa khomr berasal dari anggur, bukan berasal dari jenis lainnya. Namun Al Fairuz Abadi dalam Al Qomus Al Muhith mengatakan bahwa khomr bisa lebih umum daripada itu, yaitu diqiyaskan pada setiap perasan yang memabukkan karena sama-sama bisa menutupi akal.

Para ulama pakar fiqih berselisih pendapat dalam menentukan definisi khomr secara istilah. Pendapat pertama yang mengatakan bahwa khomr itu meliputi segala sesuatu yang memabukkan sedikit ataupun banyak, baik berasal dari anggur, kurma, gandum, atau yang lainnya. Pendapat ini dipilih oleh para ulama Madinah, ulama-ulama Hijaz, para pakar hadits, ulama Hambali, dan sebagian ulama Syafiiyyah.

Dalil dari pendapat pertama ini sebagai berikut. Pertama: Dari Ibnu Umar, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Setiap yang memabukkan adalah khomr. Setiap yang memabukkan pastilah haram." Kedua: Dari Aisyah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam ditanya mengenai al Biti (arak yang biasa diminum penduduk Yaman). Beliau mengatakan, "Setiap minuman yang memabukkan, maka itu adalah haram."

Ketiga: Ibnu Umar pernah mendengar ayahnya Umar bin Khottob- berkhutbah di mimbar Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Lalu Umar mengatakan, "Amma badu. Wahai sekalian manusia, Allah telah menurunkan pengharaman khomr. Dan khomr itu berasal dari lima macam: anggur, kurma, madu lebah, hinthoh (gandum), dan syair (gandum). Khomr adalah segala sesuatu yang dapat menutupi akal."

Pendapat kedua yang mengatakan bahwa yang dimaksud khomr adalah anggur yang diperas jika berefek memabukkan. Pendapat ini dianut oleh mayoritas ulama Syafiiyyah, murid Abu Hanifah seperti Abu Yusuf dan Muhammad, dan sebagian ulama Malikiyah. Pendapat ini asalnya adalah dari definisi khomr secara bahasa.

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x