Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 20:51 WIB

Hukum Jual Beli Rokok Elektrik

Selasa, 15 Oktober 2019 | 13:00 WIB
Hukum Jual Beli Rokok Elektrik
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

DALAM islam kita diajarkan prinsip, menyamakan yang sama, membedakan yang beda. Kaidah mengatakan, "Tidak boleh menyamakan dua hal yang berbeda dan membedakan dua hal yang sama". Kaidah ini disebutkan oleh al-Bukhari dalam Shahih-nya, ketika membuat judul bab untuk hadis tentang surat Abu Bakar yang isinya rincian nishab zakat hewan ternak.

Ketika rokok elektrik tidak jauh lebih aman dibandingkan rokok konvensional (tembakau), menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya. Ini yang menjadi alasan beberapa lembaga fatwa, diantaranya fatwa islam, melarang penggunaan rokok elektrik. Dalam fatwa islam dinyatakan hukum rokok elektrik,

"Adapun dari sisi hukum syari, adanya kandungan nikotin dalam rokok elektrik tersebut sudah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara vape dengan rokok biasa. Juga tidak ada bedanya antara vape dengan permen nikotin, atau yang semacam dengannya. Nikotin adalah zat racun yang merupakan zat paling berbahaya yang terdapat dalam rokok tembakau (rokok biasa). Dan haramnya rokok sekarang sudah sangat jelas, tidak perlu diperbincangkan lagi, tidak diperbolehkan membeli dan menjual rokok elektrik, karena haram mengkonsumsinya." (Fatwa Islam, no. 170999)

Nabi Shallallahualaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu, Ia juga mengharamkan hasil jual-beli dari benda tersebut." (HR. Abu Daud no. 3488, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).

Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x