Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 22:24 WIB

Forum Pengajian Masyarakat Sebagai Perekat Bangsa

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 16 Oktober 2019 | 00:02 WIB
Forum Pengajian Masyarakat Sebagai Perekat Bangsa
(Ilustrasi)
facebook twitter

JANGAN pernah meremehkan forum-forum pengajian tradisional dengan berbagai bentuknya, seperti tadarrus, tahlilan, haul, maulid dan lain sebagainya. Forum pengajian seperti itu memiliki makna penting sebagai perekat kebersaudaraan dan kebersamaan masyarakat untuk tetap bersatu. Indonesia sulit dipecah-pecah dan di adu domba seperti terjadi di beberapa negara timur tengah adalah, salah satu faktor terpentingnya, karena bagus eratnya hubungan santri dengan kiai atau jamaah dengan pengurus forum pengajiannya.

Kesimpulan di atas adalah salah satu kesimpulan diskusi saya dengan tamu agung saya yang memang pakar dalam hal terorisme dan radikalisme. Beliau kini merupakan dosen di Singapura, alumni Monash University, berlatah belakang wartawan papan atas di koran luar negeri. Beliau adalah Noorr Huda Ismail, intelektual Indonesia yang diundang PBB dan berbagai negara untuk menjelaskan peta, konsep dan model gerakan terorisme dan radikalisme internasional.

Pengajian kaum tradisional itu memiliki daya kohesi (rekat) yang sangat kuat. Ukurannya gampang saja, lihat kesabaran para jamaah untuk duduk bersama selama 4 sampai 6 jam demi istiqamah mengaji bersama. Jelas semua itu bukan karena suguhan kue dan makanannya karena biasanya sangat sederhana. Bukan juga karena motif politik, karena biasanya walau berbeda pilihan politik antarjamaah dan antara jamaah dengan kiainya, mereka tetap mengaji bersama. Pengajian tradisional itu berangkat dari ketulusan hati untuk bersama-sama bahagia di akhirat kelak.

Tamu saya itu tadi malam saya ajak ikut acara haul akbar Gus Kahar yang dihadiri ribuan orang itu. Sekitar 4 jam kami ada di majlis acara itu. Para kiai dan habaib berkumpul dan berdoa bersama. Saya dan tamu saya bersama-sama mengangguk setuju akan pentingnya berkumpul seperti itu. Harus dipertahankan karena kini ada gerakan menjelekkan tokoh agama agar dijauhi ummat sehingga nantinya mudah diobrak-abrik.

Kesantunan sosial harus tetap dijaga melalui pengajian-pengajian tersebut diatas, persaudaraan dan cinta harus selalu diadvokasikan, dan senyuman persahabatan harus selalu kita tebarkan demi damainya Indonesia kita. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x