Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 16:18 WIB

Untuk Saat ini, Sikap Apa yang Terbaik Kita Ambil?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 4 Oktober 2019 | 00:05 WIB
Untuk Saat ini, Sikap Apa yang Terbaik Kita Ambil?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

DUNIA betul-betul menyempit, penuh sesak dengan berbagai tontonan, informasi, foto, iklan, pelajaran dan juga propaganda. Teknologi digital menjadi media yang mempermudah kondisi seperti itu. Banyak sekali orang yang sibuk menghabiskan waktu memperhatikan dan menikmati semua itu sampai tak punya waktu memperhatikan dirinya sendiri.

Di masa kita ini, kebencian, kecemburuan, iri hati dan dengki sangat mudah tumbuh subur setelah lahan hubungan sosial dipupuk dengan media sosial yang bebas sebebas-bebasnya tanpa adanya batas dan filter. Di media sosial, ada kesan bahwa semua manusia itu bahagia kecuali kita.

Kita pun tergerak untuk memiliki apa yang mereka miliki dan mengalami apa yang mereka alami. Saat kita tak mampu sama gaya hidupnya dengan mereka, kitapun marah, iri, dengki, kecewa dan sedih. Apakah obat penyakit hati ini? Berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Hiduplah dalam kehidupan nyata kita sendiri dan jalani serta nikmati.

Di masa kita ini, sebagaimana kita lihat fenomena di sekitar kita, mengabadikan momen dengan foto dan video di handphone kita menjadi lebih penting dibandingkan dengan mengabadikan makna hubungan kita dengan orang lain di sekitar kita. Sibuklah kita berfoto ria tanpa mau menyapa, berbincang dan berempati pada orang sekitar. Lalu, kita upload foto-foto kebahagiaan dan kenikmatan hidup kita tanpa kita mempertanyakan apakah kita benar-benar bahagia dan nikmat. Hati-hati, jangan-jangan kita tengah menipu kita sendiri. Apa sikap terbaik kita? Lebih sibuklah menebar manfaat ketimbang menebar foto dan video kecuali kalau yakin foto dan video itu penuh manfaat.

Kita berada dalam hidup yang penuh kepalsuan. Ada banyak orang yang bijak di medsosnya, namun tak bijak di kehidupan nyatanya. Ada banyak orang yang tampil mewah di medsosnya, padahal kumuh tak rapi dalam kehidupan nyatanya. Bahkan, ada tampil begitu ganteng dan cantik di foto yang disebar di medsosnya, namun dalam faktanya ternyata sangat berbeda. Teknologi digital mampu menyulap sesuatu menjadi tidak seoriginal aslinya. Berhati-hatilah. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x