Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 10:41 WIB

Suami-Istri Jangan Langsung Pergi Usai Berjimak

Jumat, 4 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Suami-Istri Jangan Langsung Pergi Usai Berjimak
(Ilustrasi)
facebook twitter

SATU hal yang harus diingat, boleh memberi rangsangan, mencium kemaluan (kebersihan terjaga).

"Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

"Dari Aisyah RA, ia menceritakan, "Aku pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana"(HR. Bukhari dan Muslim).

4. Menggunakan selimut sebagai penutup saat berjimak
Dari Atabah bin Abdi As-Sulami bahwa apabila kalian mendatangi istrinya (berjimak), maka hendaklah menggunakan penutup dan janganlah telanjang seperti dua ekor himar. (HR Ibnu Majah)

5. Jimak boleh dari mana saja asal tidak lewat jalan belakang (sodomi)
Jimak dengan isteri boleh dilakukan darimana arah mana saja dari depan, samping, belakang (asal tidak sodomi) atau posisi berdiri, telungkup, duduk, berbaring dll
Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (QS. 2:223)

Dari Abi Hurairah Radhiallahuanhu. bahwa Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda, "Dilaknat orang yang menyetubuhi wanita di duburnya". (HR Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai)

6. Boleh menggunakan kondom atau dikeluarkan di luar kemaluan isteri (Azl)
Dari Jabir berkata: "Kami melakukan azl di masa Rasulullah Shallallahualaihi wasallam dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya" (HR muslim).

C. Adab setelah jimak

1. Tidak langsung meninggalkan suami/isteri setelah jimak berdiam diri
setelah melakukan hubungan intim hendaknya tidak langsung meninggalkan pasangan, hendaknya tetap memberikan perhatian seperti mencium kening, memeluk atau tidur berbaring di samping pasangan sambil bercanda gurau sampai kondisinya kembali normal dan akan memulai aktivitas selanjutnya.

2. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika ingin mengulang Jimak
Dari Abu Said, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,"Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulangi senggamanya, maka hendaklah ia berwudhu." (HR. Muslim no. 308)

3. Mandi besar/Mandi janabah setelah jimak
"Dari Ubai bin Ka`ab bahwasanya ia berkata: "Wahai Rasul Allh, apabila ia seorang laki-laki menyetubuhi isterinya, tetapi tidak mengeluarkan mani, apakah yang diwajibkan olehnya?

Beliau bersabda, "Hendaknya dia mencuci bagian-bagian yang berhubungan dengan kemaluan perempuan, berwudhu dan lalu salat". Abu `Abd Allh berkata, "mandi adalah lebih berhati-hati dan merupakan peraturan hukum yang terakhir. Namun mengetahui tidak wajibnya mandi kamu uraikan juga untuk menerangkan adanya perselisihan pendapat antara orang `alim." (HR. Bukhriy dalam Kitab Shahihnya/Kitab Mandi, hadits ke-290. []

Komentar

Embed Widget
x