Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 11:29 WIB

Tiga Golongan tak Diajak Bicara Allah Saat Kiamat

Kamis, 3 Oktober 2019 | 10:00 WIB
Tiga Golongan tak Diajak Bicara Allah Saat Kiamat
(Ilustrasi)
facebook twitter

DARI Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Ada tiga golongan yang Allah tidak mengajak mereka bicara pada hari kiamat dan Allah juga tidak akan memandang mereka; (yaitu) 1. Seseorang yang bersumpah dalam dagangannya sehingga bisa diberi lebih banyak daripada biasanya, dan ia dusta dalam sumpahnya. 2. Seseorang yang melakukan sumpah dusta setelah 'ashar dengan ambisi bisa mendapatkan harta orang muslim lainnya. 3. Dan seseorang yang menahan kelebihan air (tidak berbagi), sehingga Allah pada hari kiamat berfirman 'Saya sekarang menahan kurnia-Ku sebagaimana engkau pernah menahan kelebihan air yang kedua tanganmu tidak bekerja karenanya." (HR. Bukhari)

Hikmah hadis:

1. Hadis di atas menggambarkan adanya tiga amalan yang menyebabkan kemurkaan Allah Ta'ala, sehingga Allah tiada sudi untuk berbicara dan tidak sudi untuk memandang mereka di hari kiamat. Oleh karena itu, ketiga perkara ini harus dihindari dan dijauhi sebisa mungkin, agar kita terhindar dari kemurkaan Allah Ta'ala.

2. Ketiga perbuatan tersebut adalah: Pertama, banyak bersumpah dengan nama Allah dalam bisnis, demi mendapatkan keuntungan duniawi. Umumnya hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan simpati dan kepercayaan dari mitra dagangnya dan atau berharap mendapatkan keuntungan berlipat.

Kemudian yang kedua adalah melakukan bersumpah palsu, juga demi mendapatkan keuntungan duniawi dan atau merampas hak orang lain, seperti bersumpah bahwa suatu barang adalah miliknya, agar ia bisa menguasai barang tersebut, sementara barang itu sebenarnya milik orang lain. Ia mengambilnya secara batil, dengan bersumpah menggunakan nama Allah Ta'ala.

Kemudian yang terakhir adalah seseorang yang tidak mau memberi dan tidak peduli pada sekitarnya, ia bakhil dan tidak mau berbagi pada orang dan masyarakat yang kekurangan di sekitarnya. Seperti tidak mau berbagi air sementara ia memiliki kelebihan air yang melebih dari kebutuhannya. Maka kelak di hari kiamat, Allah pun enggan memberikan karunia-Nya kepadanya, na'udzubillahi min dzalik.

Semoga Allah Ta'ala hindarkan kita dari ketiga sifat tercela tersebut. Wallahu A'lam bis shawab. [Ustaz Rikza Maulan, Lc., M.Ag]

Komentar

Embed Widget
x