Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 20:31 WIB

Jimat dan Jampi adalah Kesyirikan

Selasa, 24 September 2019 | 13:00 WIB
Jimat dan Jampi adalah Kesyirikan
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

RASULULLAH shallallahu alaihi wa sallam tidak mengajarkan kepada umatnya untuk menjadikan benda-benda di situs-situs ibadah untuk dijadikan jimat atau benda keramat. Bahkan beliau melarang keras umatnya, untuk menjadikan benda-benda itu sebagai jimat. Sekalipun hanya untuk tujuan pengobatan.

Zainab istri Ibnu Masud radhiyallahu anhuma, menceritakan, "Suamiku, Ibnu Masud memiliki kebiasaan, setiap kali masuk rumah, beliau selalu berdehem, karena beliau tidak ingin kami melakukan sesuatu yang membuat beliau tidak suka. Suatu ketika Zainab sakit mata, banyak mengeluarkan kotoran mata. Akupun mendatangi orang yahudi. Setiap kali dia meruqyahnya, kotorannya berhenti keluar. Akhirnya Zainab diberi buntalan yang dikalungkan. Ketika Ibnu Masud menemuinya, beliau langsung tanya, Ini buntalan apa?

Ini buntalan isinya ruqyah untuk pengobatanku. Jawab Zainab. Ibnu Masud menasehatkan, Sesungguhnya keluarga Ibnu Masud gak butuh melakukan kesyirikan. Saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya jampi-jampi, jimat, dan tiwalah adalah kesyirikan." (HR. Ahmad 3615, Abu Daud 3883, Ibn Majah 3530, dan yang lainnya)

Keterangan: Tiwalah: jimat pengasihan

Menggunakan jimat, cincin pengasihan, dan semacamnya, dihukumi syirik, karena benda-benda semacam ini tidak ada hubungannya dengan tujuan pengguna. Apa hubungan antara cincin akik dengan pengasihan? Secara akal sehat, tidak ada hubungannya. Karena rasa kasih muncul dari dalam hati orang yang mencintai. Sementara cincin hanya dikenakakan di tangan, yang tidak mungkin bisa mengendalikan hati manusia. Ketika itu bisa berhasil, di sana ada 2 kemungkinan,

1. Itu terjadi dengan bantuan jin. Orang itu tersihir, sehingga dia menjadi cinta dengan orang yang memakai cincin. Dia berhasil karena dibantu jin yang menjadi rekan sejatinya. Allah berfirman, "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami pasangkan baginya dengan syaitan (yang menyesatkan) dan syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya." (QS. Az-Zukhruf: 36)

2. Allah wujudkan keinginannya sebagai istidraj (dibuat semakin betah dalam kesesatan). Ini hukuman yang sangat menakutkan. Ketika orang lebih memilih sesat, kemudian Allah jadikan dia tersesat yang sulit bertaubat. Allah berfirman, "Tatkala mereka menyimpang, maka Allah simpangkan hati mereka." (QS. As-Shaf: 5).

Ketika dia merasa berhasil dalam menggunakan jimatnya, dirinya akan semakin bergantung kepada jimat itu. Sehingga dia semakin lupa untuk bergantung kepada Allah dan hatinya semakin menyimpang jauh dari Allah.

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x