Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:56 WIB

Mengapa Dakwah Wahabi Harus Dijauhi?

Kamis, 19 September 2019 | 08:00 WIB
Mengapa Dakwah Wahabi Harus Dijauhi?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

PADA saat sesi tanya jawab kajian risalah Ushul Tsalastah di masjid Nabawi, Madinah An-Nabawiyyah, Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaili mendapatkan sebuah pertanyaan sbb:

Sebagian orang menyerukan untuk menjauhi dakwah wahabi. Bagaimana menjelaskan kepada mereka?

Jawaban Syaikh Ibrahim:

Tidak ada agama yang namanya wahabi. Yang ada adalah dakwah tauhid yang telah dibawakan oleh Nabi shallallahualaihi wasallam dahulu, dan para ulama rabbani, telah ikut andil mendakwakannya. Di antara mereka adalah Syaikh Muhammad bin Abdulwahab rahimahullah.

Syaikh Muhammad bin Abdulwahab tidak datang membawa agama baru. Ini salah satu karyanya, ada di hadapan kita (kitab Ushul Tsalastah). Kita baca bersama, kemudian kita jelaskan setiap pemaparannya. Anda semua menyaksikan, bahwa orang ini tidaklah menjelaskan suatu masalah melainkan menyebutkan " dan dalilnya adalah ini (kemudian beliau menyebukan ayat Alquran atau hadis)", tanpa berlebih-lebihan dalam menjelaskan, gaya bahasa yang beliau gunakan mudah.

Siapa yang membaca karya tulisnya, ia akan tahu bahwa beliau adalah muttabi (pengikut tuntunan Nabi shallallahualaihiwasallam) bukan mubtadi (orang yang membuat ajaran baru). Bahkan Syaikh Muhammad bin Abdulwahab rahimahullah tidak pernah rida, apabila seruan dakwahnya dijuluki dakwah wahabi.

Julukan ini, baru muncul setelah beliau meninggal dunia. Yang ada justru malah sebaliknya, beliau rahimahullah mengatakan, "Saya mengajak manusia kepada tauhid serta mengikuti sunah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan jejak para salafus shalih."

Beliau juga mengatakan kepada para penentang dakwah beliau, "Saya mengikuti imam mazhab yang empat. Siapa di antara kalian yang bermazhab Maliki, Hanafi, Syafii atau Hambali, maka saya akan mendakwahi mereka melalui perkataan-perkataan imam mazhab mereka".

Ini menunjukkan, bahwa apa yang beliau dakwahkan, sama seperti yang didakwahkan oleh para ahli fikih (imam mazhab yang empat, pent). Ini sebagai bantahan terhadap tuduhan dusta kepada beliau, yang sudah tersebar bahwa beliau melarang segala bentuk taklid dan mencela para Imam mazhab yang empat dan pengikutnya. Padahal (kenyataannya), beliau berlepas diri dari semua tuduhan ini.

Namun, demikianlah watak orang-orang yang tidak menyukai tersebarnya kebenaran. Bila mereka tak mampu lagi melawan dengan argumen, mereka menempuh jalan lain, yaitu berdusta, menfitnah dan memutarbalikkan fakta.

Semua tuduhan dusta ini sama sekali tidak membahayakan Syaikh Muhammad bin Abdulwahab rahimahullah. Bahkan Allah azza wa jalla telah mengangkat namanya, menolong dakwahnya serta menjadikan apa yang beliau dakwahkan bermanfaat untuk segenap kaum muslimin.

Sampai saat ini, kita merasakan tentramnya hidup di negeri ini (Saudi Arabia), yang merupakan hasil dari dakwah yang penuh berkah ini (dakwah tauhid) setelah taufik dari Allah. Karena Allah azza wa jalla telah menetapkan adanya sebab pada segala hal.

Taufik ada di tangan Allah, dakwah ini merupakan sebab dari sebab-sebab taufik Allah untuk umat ini, serta kembalinya mereka kepada agama mereka (Islam), dan kepada mengesakan Allah semata, melalui dakwah yang penuh berkah ini (dakwah tauhid)." []
***

Sumber rekamannya http://bit.ly/1xBaTMT pada menit 00.00-02.14/muslimorid

Komentar

Embed Widget
x