Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:15 WIB

Sunah Qabliyah Asar Dianjurkan Tapi Bukan Rawatib?

Kamis, 19 September 2019 | 06:00 WIB
Sunah Qabliyah Asar Dianjurkan Tapi Bukan Rawatib?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

DINYATAKAN dalam hadis dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Semoga Allah merahmati orang yang salat 4 rakaat sebelum asar." (HR. Ahmad 5980, Abu Daud 1271, Turmudzi 430, dan dihasankan Al-Albani).

Hadis ini merupakan dalil pokok yang dijadikan para ulama untuk menyatakan dianjurkannya salat sunah qabliyah asar. Hanya saja mereka berbeda pendapat apakah termasuk salat sunah rawatib yang ditekankan untuk dirutinkan ataukah tidak,

Pertama, tidak termasuk salat sunah rawatib, sehingga bukan salat sunah muakkad. Ini adalah pendapat Ibnu Qudamah. Dalam Al-Mughni, setelah menyebutkan hadis ini, beliau mengatakan, "Hadis ini merupakan anjuran untuk salat sunah qabliyah asar, namun tidak menjadikannya sebagai salat sunah rawatib. Dengan dalil, Ibnu Umar yang meriwayatkan hadis ini, tidak memasukkannya dalam daftar salat sunah yang dibiasakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam." (Al-Mughni, 2/93).

Untuk menilai apakah termasuk rawatib dan bukan, nampaknya Ibnu Qudamah berpedoman dengan keterangan dari Ibnu Umar, yang mengatakan, "Saya menghafal kebiasaan salat sunah Nabi shallallahu alaihi wa sallam ada 10 rakaat: 2 rakaat sebelum zuhur, 2 rakaat setelah zuhur, 2 rakaat setelah magrib di rumahnya, 2 rakaat setelah isya di rumahnya, dan 2 rakaat sebelum subuh." (HR. Bukhari 1180).

Dalam keterangan beliau ini, Ibnu Umar tidak menyebutkan salat sunah qabliyah asar. Karena itu, statusnya dianjurkan, namun bukan rawatib yang ditekankan.

Kedua, termasuk salat sunah muakkad yang selayaknya dijaga dan dirutinkan. Ini merupakan pendapat Al-Ghazali. Dikutip oleh Al-Munawi dalam Faidhul Qadir, beliau menyatakan, "Salat sunah qabliyah asar sangat dianjurkan dan ditekankan, karena harapan termasuk dalam doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Mengingat doa beliau pasti mustajab." (Faidhul Qadir, 4/24).

Tata Cara Salat Sunah Qabliyah Asar

Ulama berbeda pendapat tentang tata cara salat sunah qabliyah asar. Ada yang mengatakan dikerjakan 4 rakaat sekaligus dengan sekali salam dan ada yang berpendapat dikerjakan dengan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Pendapat yang lebih kuat dalam hal ini adalah dikerjakan dengan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam, berdasarkan hadis dari Ashim bin Dhamrah, dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu, beliau menceritakan,

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam salat 4 rakaat sebelum asar, beliau pisah diantaranya dengan salam kepada malaikat, dan orang yang mengikuti mereka di kalangan kamu muslimin dan mukminin. (HR. Turmudzi 429 dan dihasankan Al-Albani).

Yang dimaksud : "beliau pisah diantaranya dengan salam kepada malaikat " adalah tasyahud. Sebagaimana dinukil oleh At-Turmudzi dalam sunannya (2/294).

At-Turmudzi juga menukil, "Imam As-Syafii dan Imam Ahmad berpendapat bahwa salat sunah siang dan malam dikerjakan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. Dan mereka memilih untuk memisahkan 4 rakaat itu dengan salam setiap 2 rakaat." (Sunan Turmudzi, 2/294).

Allahu alam. [Ustaz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x