Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:14 WIB

Merasa Selalu Khawatir Terhadap Amal Sendiri

Oleh : Ustadz Afifuddin Rohaly, MM | Kamis, 19 September 2019 | 02:02 WIB
Merasa Selalu Khawatir Terhadap Amal Sendiri
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

SALAH satu sifat yang terpuji adalah selalu berhati-hati terhadap diri sendiri. Terutama dalam masalah agamanya. Berhati-hati dari kecelakaan berupa dosa, dan mawas diri serta khawatir terhadap amal sendiri yang sedikit.

Kekhawatiran seperti itu akan mengikis rasa kagum terhadap diri dan amalan sendiri. Sebab kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan kita. Bisa jadi sepanjang hidup kita merasa telah berbuat/beramal shaleh, namun ketika ajal menjemput kita sedang bermaksiat kepada Allah.

Dalam sebuah hadits yang cukup panjang, dari Anas bin Malik radliyallahu anhu, ia berkata bahwa Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Jangan kalian terkagum dengan amalan seseorang hingga kalian melihat amalan akhir hayatnya. Karena mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan shaleh, yang seandainya ia mati, maka ia akan masuk surga. Akan tetapi, ia berubah dan beramal kejelekan.

Mungkin saja seseorang beramal pada suatu waktu dengan amalan jelek, yang seandainya ia mati, maka akan masuk neraka. Akan tetapi ia berubah dan beramal dengan amalan shaleh. Oleh karenanya apabila Allah menginginkan satu kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan menunjukinya sebelum meninggal".

Para sahabat bertanya, "Apa maksud menunjuki sebelum meninggal?". Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menjawab, "Yaitu Allah memberikan taufik untuk beramal shaleh dan ia mati dalam keadaan seperti itu (beramal shaleh),". (HR. Ahmad).

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan mewafatkan kita dalam keadaan taat kepadaNya. [*]

Komentar

Embed Widget
x