Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:24 WIB

Jika Akidah sudah Kuat...

Selasa, 17 September 2019 | 17:00 WIB
Jika Akidah sudah Kuat...
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

AISYAH radhiyallahu anha berkata,

"Sesungguhnya yang pertama kali turun darinya ialah satu surat dari Al-Mufashshal (surat-surat pendek) yang berisi penjelasan tentang surga dan neraka; sehingga apabila manusia telah mantap dalam Islam, maka turunlah (ayat-ayat tentang) halal dan haram. Seandainya yang pertama kali turun (kepada mereka) adalah "jangan minum khamr (minuman keras)," tentu mereka akan menjawab "kami tidak akan meninggalkan khamr selama-lamanya". Seandainya yang pertama turun adalah "jangan berzina," tentu mereka akan menjawab "kami tidak akan meninggalkan zina selama-lamanya". Sesungguhnya telah turun firman Allah "sebenarnya hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka, dan Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit"QS. Al-Qamar ayat 46di Mekkah kepada Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan pada waktu itu aku masih kecil yang senang bermain-main. Surat Al-Baqarah dan An-Nisa` barulah turun setelah aku menjadi istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam." (HR. Bukhari, no. 4993).

Faedah Hadits:
- Masalah akidah lebih diprioritaskan untuk didakwahkan daripada lainnya.
- Masalah halal-haram lebih mudah diterima kalau akidah kuat.
- Di antara pembahasan akidah adalah mengingatkan surga dan neraka.
- Surat tentang penguatan iman lebih awal turun daripada ayat-ayat yang kaitanya dengan hukum.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, ia berkata, "Ketika Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengutus Muadz ke Yaman, ia pun berkata padanya, "Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum dari ahli kitab. Maka jadikanlah dakwah engkau pertama kali pada mereka adalah supaya mereka mentauhidkan Allah Taala. Jika mereka telah memahami hal tersebut, maka kabari mereka bahwa Allah telah mewajibkan pada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah shalat, maka kabari mereka, bahwa Allah juga telah mewajibkan bagi mereka zakat dari harta mereka, yaitu diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan disalurkan untuk orang-orang fakir di tengah-tengah mereka. Jika mereka menyetujui hal itu, maka ambillah dari harta mereka, namun hati-hati dari harta berharga yang mereka miliki." (HR. Bukhari, no. 7372 dan Muslim no. 19).

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x