Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 20:30 WIB

Rasulullah, Rahmat bagi Seluruh Alam

Jumat, 13 September 2019 | 19:00 WIB
Rasulullah, Rahmat bagi Seluruh Alam
(Ilustrasi)
facebook twitter

ALLAH berfirman tentang status Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmatan lil alamiin, "Tidaklah Aku mengutusmu wahai Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam." (QS. al-Anbiya: 107). Dalam hadis yang shahih, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Wahai sekalian manusia, saya adalah rahmat yang dihadiahkan." (HR. Hakim dalam al-Mustadrak 100, dan disahihkan serta disepakati ad-Dzahabi).

Ibnul Jauzi dalam tafsirnya Zadul Masir menyebutkan perbedaan pendapat mengenai cakupan kata alamin dalam ayat di atas.

[1] Yang dimaksud alam pada ayat di atas adalah kaum mukminin, yang beriman kepada beliau. Ini merupakan pendapat Ibnu Zaid.

[2] Bahwa status beliau sebagai rahmat bagi seluruh alam mencakup orang mukmin maupun kafir. Yang beriman kepada beliau, sempurna rahmat yang dia dapatkan di dunia dan akhirat. Sementara yang kufur kepada beliau, hukuman untuknya di akhirkan sampai dia mati dan ketika datang kiamat. Ini merupakan pendapat Ibnu Abbas. (Zadul Masir, 4/365).

Keterangan mengenai perbedaan pendapat ini juga disebutkan al-Baghawi dalam tafsirnya. Beliau menjelaskan ayat di atas, Menurut Ibnu Zaid, maksudnya adalah rahmat bagi orang mukmin saja. Beliau menjadi rahmat mereka. Sementara Ibnu Abbas mengatakan, "Rahmat ini berlaku umum, mencakup orang yang beriman dan tidak beriman. Bagi orang beriman, beliau adalah rahmat bagi mereka di dunia dan akhirat. Sementara bagi mereka yang tidak beriman, beliau adalah rahmat bagi mereka di dunia dengan Allah akhirkan adzab untuk mereka. dicabutnya hukuman yang bentuknya al-maskh (pengubahan wajah), al-Khasaf (ditenggelamkan), atau hukuman dalam bentuk pembinasaan secara keseluruhan." (Tafsir al-Baghawi, 5/359).

Diantara keistimewaan Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang tidak ada pada nabi yang lain adalah ditundanya hukuman untuk orang yang tidak beriman kepada beliau. Umat para nabi sebelumnya ada yang dibinasakan oleh Allah dengan berbagai hukuman di dunia. Ada yang dihujani batu seperti umatnya Nabi Luth. Ada yang diterpa angin hingga mematikan semuanya, seperti yang dialami kaum Ad. Ada yang dibinasakan dengan suara sangat keras, seperti yang dialami kaum Tsamud. Ada yang ditelan bumi, diubah wajahnya menjadi babi dan kera, atau ditenggelamkan di laut, seperti yang dialami kaumnya Nabi Musa alaihis salam.

Ketika Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam diutus, semua bentuk hukuman ini tidak ada. Bahkan Allah tegaskan dalam firman-Nya, "Allah tidak akan menyiksa mereka sementara kamu berada di tengah mereka." (QS. al-Anfal: 33). Ibnu Hajar al-Haitami pernah menegaskan hal ini, "Pengutusan Rasul shallallahu alaihi wa sallam merupakan rahmat, sampaipun bagi para musuh beliau, dimana hukuman untuk mereka ditunda." (Fatawa al-Haditsiyah, hlm. 35).

Memahami keterangan di atas, berarti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjadi rahmat bagi seluruh alam sejak beliau diutus oleh Allah. Beliau sudah menjadi rahmat, ketika beliau di Mekah, ketika beliau di Madinah, hingga beliau diwafatkan oleh Allah dan syariat beliau menjadi rahmat bagi seluruh alam. Rahmat bagi mukmin, dalam bentuk hidayah di dunia dan pahala akhirat. Rahmat bagi kafir, dalam bentuk mereka tidak disegerakan hukumannya dari Allah. Mereka tetap bertahan hidup di dunia, sekalipun mereka mengingkari utusan Allah.

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x