Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 22:48 WIB

2 Pendapat tentang Salat saat Terjadi Gempa

Kamis, 12 September 2019 | 17:00 WIB
2 Pendapat tentang Salat saat Terjadi Gempa
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

APA dianjurkan melaksanakan shalat ketika terjadi gempa? Ada dua pendapat ulama,

Pertama, sebagian ulama ada yang berpendapat, dianjurkan untuk melakukan shalat dengan tatacara seperti shalat gerhana ketika terjadi fenomena alam yang menunjukkan tanda kekuasaan Allah, yang menakutkan (ayat mukhawifah). Karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda ketika terjadi gerhana, "Allah menakut-nakuti para hamba-Nya dengan gerhana matahari & bulan. Jika kalian melihat kejadian ini, lakukanlah shalat dan perbanyak berdoa kepada Allah." (HR. Muslim 911)

Syaikh Mukhtar as-Sinqithi mengatakan, "Dalam hadis di atas, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menganjurkan shalat karena ada hal yang menakutkan. Memahami hadis ini, sebagian ulama berpendapat, semua kejadian yang menakutkan, seperti banyak petir, atau ada guntur yang sangat keras, yang membuat kaget dan takut manusia, atau di tengah malam ketika seseorang sedang tidur, tiba-tiba muncul kejadian yang menakutkan, maka dia dianjurkan untuk shalat Kusuf."

Pendapat ini dipilih oleh beberapa ulama, diantara yang memilih pendapat ini adalah Imam Ibnu Hazm ad-Dzahiri rahimahullah .

Kedua, pendapat lainnya, tidak dianjurkan shalat gempa, kecuali dalam kasus yang ditunjukkan dalam dalil, yaitu kejadian gerhana matahari atau bulan. Shalat ketika terjadi gerhana matahari berdasarkan praktek Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan shalat gerhana bulan berdasarkan anjuran beliau, Apabila kalian melihat gerhana, kerjakan shalat dan perbanyak berdoa. Sehingga shalat ketika gerhana matahari atau bulan, hukumnya sama.

Syaikh Mukhtar as-Sinqithi melanjutkan, "Yang benar, tidak ada shalat khusus kecuali untuk gerhana matahari atau bulan. Sedangkan gempa bumi, tidak ada shalat khusus. Karena riwayat atsar dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu statusnya dhaif. Sehingga landasan yang dijadikan dasar orang yang menganjurkan shalat ketika terjad gempa, statusnya lemah."

Yang benar, seseorang bisa melakukan shalat sunah secara umum, karena terdapat riwayat shahih dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dari keterangan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anha, "Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila mengalami sesuatu masalah serius, beliau segera melakukan shalat." Karena itu, jika ada petir, halilintar, dialami oleh masyarakat atau terjadi gempa, maka setiap orang melaksaakan shalat. Bersegera mencari perlindungan kepada Allah dengan shalat. Allahu alam.

[Sumber: http://mdinah.net/main/articles.aspx?article_no=17951/Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x