Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 17:04 WIB

Saya Benci Gadaikan Rumah dan itu Riba Murni

Rabu, 11 September 2019 | 18:00 WIB
Saya Benci Gadaikan Rumah dan itu Riba Murni
(Ilustrasi)
facebook twitter

MENGINGAT akad gadai bisa ditambahkan dalam banyak transaksi, seperti utang, jual beli dan yang lainnya, tidak semua pemanfaatan gadai dilarang. Ibnu Qudamah memberikan rincian sebagai berikut,

[1] Jika gadai ini diberikan untuk jaminan kepercayaan transaksi utang-piutang, pemberi utang sama sekali tidak boleh memanfaatkan barang gadai, meskipun telah diizinkan rahin. Karena ini termasuk riba, karena "setiap utang yang memberikan keuntungan, maka itu adalah riba." bahkan kata Imam Ahmad, itu riba murni. Ibnu Qudamah mengatakan,

Imam Ahmad mengatakan, "Saya membenci menggadaikan rumah, dan itu riba murni." Maksud beliau, jika rumah dijadikan barang gadai untuk utang, dan dimanfaatkan oleh murtahin (pemberi utang).

[2] Jika gadai untuk selain utang, seperti jaminan untuk transaksi jual beli yang belum tuntas atau jaminan dalam akad sewa-menyewa, maka pemberi utang boleh memanfaatkan barang gadai jika pemilik barang mengizinkan. Ini merupakan pendapat yang diriwayatkan dari Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin keduanya ulama tabiin . (al-Mughni, 4/467).

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x