Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 17:30 WIB

Apakah Hanya Kurma Madinah yang Bermanfaat?

Rabu, 11 September 2019 | 12:00 WIB
Apakah Hanya Kurma Madinah yang Bermanfaat?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

ULAMA berbeda pendapat mengenai jenis kurma yang dimaksud dalam hadis:

[1] Kebanyakan ulama berpendapat bahwa kurma ini khusus untuk kurma Madinah, bahkan jenis khusus dari kurma Madinah, yaitu kurma Ajwah yang berasal dari perkebunan Aliyah. Sehingga semua batasan di atas berlaku.

Ibnul Qoyim menjelaskan, "Ajwah Madinah adalah salah satu jenis kurma di Madinah. Termasuk kurma daerah Hijaz yang paling baik manfaatnya. Jenis Kurma yang bagus, lezat, dagingnya padat, kuat. Termasuk kurma yang lembut, nikmat dan lezat." (Zadul Maad, 4/341). Ini juga pendapat yang disampaikan al-Qurthubi. Beliau mengatakan, "Makna tekstual hadis menunjukkan bahwa khasiat anti racun dan penangkal sihir hanya berlaku untuk kurma Ajwah dari Madinah. Karena hadis yang menyebutkan mutlak (semua kurma) dibawa ke hadis yang memberikan batasan."

[2] Sebagian ulama berpendapat bahwa khasiat ini tidak hanya khusus untuk kurma Ajwah, tapi bisa untuk semua kurma yang berasal dari Madinah. Siapa yang rutin sarapan dengan kurma Madinah, bisa mendapatkan khasiat seperti yang disebutkan dalam dalil.

Dan ini bagian dari keberkahan kota Madinah, berkat doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Diantara yang berpendapat demikian adalah al-Khithabi. Beliau mengatakan, "Dalam hadis menyebutkan Ajwah bisa menjadi anti racun dan penangkal sihir, karena keberkahan doa Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk semua kurma Madinah, bukan untuk kurma tertentu."

Demikian pula yang disampaikan Imam Ibnu Baz, "Kita berharap semoga Allah memberi manfaat dengan semua kurma. Hanya saja, ditegaskan untuk Madinah, mengingat kekhususan dan keistimewaan kurmanya." (Majmu Fatawa Ibnu Baz, 8/109). Bahkan beliau berharap kurma yang lain juga memiliki khasiat yang sama.

[3] Sebagian ulama berpendapat bahwa khasiat ini berlaku untuk semua kurma, selama dibiasakan untuk sarapan.

Imam Ibnu Utsaimin juga menjelaskan yang semisal, "Guru kami, Ibnu as-Sadi berpendapat bahwa hadis itu hanya menyebutkan contoh. Dan maksudnya itu berlaku untuk semua kurma." (as-Syarh al-Mumthi, 5/123). Al-Qurthubi mengatakan, "Hanya saja, para ulama yang lain mengatakan, jika seseorang tidak memiliki kurma Madinah, silahkan menggunakan kurma apapun yang dia miliki, sebagai bentuk memahami hadis yang teksnya memberi batas ke yang mutlak." (al-Mufhim, 17/38)

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x