Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 19:58 WIB

Jangan Pernah Meremehkan Kekuatan Doa

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 4 September 2019 | 00:02 WIB
Jangan Pernah Meremehkan Kekuatan Doa
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ADA banyak orang yang sangat percaya atas kemampuan rekayasa dirinya akan keadaan yang diinginkannya. Orang seperti ini sering dipuja sebagai orang yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Tapi ingat bahwa kepercayaan diri yang tingginya melampaui batas normal bisa menjelma menjadi kesombongan yang meremehkan kekuatan di luar dirinya, termasuk kekuatan doa.

Doa memiliki power yang kekuatannya dahsyat di luar dugaan karena doa adalah pengaitan doa kepada Dzat yang kekuatan dan kekuasaanNya melampaui kekuatan dan kekuasaan segala sesuatu. Mereka yang meragukan kekuatan doa adalah mereka yang tidak sungguh-sungguh beriman kepada Allah. Perhatikanlah betapa shalat yang menjadi tiang agama itu berisikan doa-doa. Perhatikan pula bagaimana kehidupan keseharian Nabi kita yang mulia dipenuhi dengan ajaran dan praktek berdoa. Apakah pesan yang bisa kita ambil dari itu semua?

Doa akan semakin dahsyat powernya saat ia dipanjatkan dengan segala kerendahan hati dan ketulusan jiwa. Doa semakin cepat dikabulkannya saat ia didukung "bahan bakar" khusus bernama tetesan air mata pengharapan yang sangat menyentuh hati.

Inilah penyebab mengapa dalam hadits disebutkan bahwa doa orang yang terdzalimi mampu mengobrak-abrik tatanan yang ditata dan meruntuhkan istana yang dibangun megah dalam waktu tak lama. Orang orang yang terdzalimi biasanya dilantunkan dengan derai air mata yang berangkat dari kehancuran rasa dan keremukan hati. Berhati-hatilah jangan mendzalimi siapapun.

Doa sungguh memiliki efek yang dahsyat. Sempatkan buka dan perhatikan kembali kisah dalam al-Qur'an. Satu doa Nabi Nuh bisa menyebabkan seluruh bumi tenggelam dalam genangan air mematikan. Satu doa Nabi Yunus mampu menyelamatkannya dari kegelapan perut ikan. Satu doa Nabi Zakaria mampu menjadi sebab hamilnya istri yang tua dan mandul. Satu doa Nabi Ibrahim menjadikan Mekah dicinta dan dikunjungi ramai-ramai oleh banyak manusia. Hanya dengan satu doa.

Mana doamu? Berdoalah. Jangan lupa untuk menyebut nama saya dalam doamu untuk kebaikan iman, Islam dan kehidupan saya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x