Find and Follow Us

Minggu, 22 September 2019 | 17:00 WIB

Kebanggaan Diri Menjadi Umat Rasulullah

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 23 Agustus 2019 | 00:04 WIB
Kebanggaan Diri Menjadi Umat Rasulullah
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SUATU hari Abu Bakar Shiddiq bertanya dalam ceramahnya: "Siapakah di antara kalian yang bisa membaca surat At-Taubah?" Seorang lelaki menjawab: "Saya." Kemudian lelaki itu membaca surat itu. Saat sampai pada ayat berikut ini (ayat 40), Abu Bakar Shiddiq menangis.

Apa isi ayat itu? Inilah ayatnya: "Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita." (QS. At-Taubah 9: Ayat 40)

Mengapa Abu Bakar menangis? Abu Bakar berkata: "Akulah sahabatnya yang disebutkan dalam ayat itu." Beliau bangga menjadi sahabat Rasulullah dan terharu disebutkan dalam ayat itu. Begitu luar biasanya kebanggaan Abu Bakar menjadi sahabat Rasulullah.

Sahabat dan saudaraku, berbanggalah kita menjadi ummat Rasulullah, manusia terbaik penghulu dari semua Nabi dan Rasul. Kebanggaan kita menjadi ummatnya harus di atas kebanggan kita menjadi anggota partai atau organisasi apapun. Menyebut nama beliau adalah sebuah obat, bershalawat ke atasnya merupakan penyebab bahagia, pembuka kedamaian dan penutup kegalauan.

Shalawat dan salam untuk beliau, sahabat beliau dan keluarga beliau semuanya. Semoga kita bertemu dengan beliau dan mendapatkan syafaatnya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x