Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 21:29 WIB

Jagalah Tauhid, InsyaAllah Anda Masuk Surga

Oleh : Ustadz Afifuddin Rohaly MM | Kamis, 22 Agustus 2019 | 02:02 WIB
Jagalah Tauhid, InsyaAllah Anda Masuk Surga
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

BAGI kaum muslimin, surga adalah tempat pulang yang hakiki. Di surga segala kenikmatan tersedia. Kenikmatan yang tidak pernah dirasakan atau bahkan terbayangkan sebelumnya di dunia. Dan surga hanya Allah sediakan bagi hambaNya yang beriman kepadaNya tanpa mencampuradukkan imannya dengan kesyirikan.

Lalu bagaimana seseorang bisa masuk surga? Tentu yang menjadi syarat awal dan mutlak adalah ia tidak berbuat syirik selama hidupnya. Tauhid adalah penyebab seseorang masuk surga. Sedangkan syirik dihukumi menghapus amal shaleh, dapat menjauhkannya dari surga, dan menjadikan pelakunya kekal di neraka selama-lamanya.

Allah berfirman, "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan," (QS. Al Anam: 88). Juga firman Allah, "Dan seseungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. Jika kamu mempersekutukan (Allah), biscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yangmerugi,". (QS. Az Zumar: 65).

Bagaimana tidak merugi? Selama hidupnya di dunia seseorang susah payah beramal shaleh. Mengerahkan waktu dan tenaga serta materi untuk beramal shaleh, namun semuanya lenyap di sisi Allah karena perbuatan syiriknya. Dan tidaklah ia dipulangkan, melainkan ke neraka.

Dari Jabir radliyallahu anhu, Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berbuat syirik pada Allah dengan sesuatu apa pun, maka ia akan masuk surga. Barangsiapa yang mati dalam keadaan berbuat syirik kepada Allah, maka ia akan masuk neraka". (HR. Muslim).

Maka jagalah tauhid kita. Jangan sampai ia tercampuri kesyirikan sehingga Allah murka dan menceburkan kita di neraka selama-lamanya. Sungguh syirik adalah perbuatan dzalim kepada Rabb semesta. Sedangkan berbuat dzalim ke makhluk saja merupakan dosa, lalu bagaimana bila kedzaliman terhadap Rabbul Alamin? [*]

Allahu Alam.

Komentar

Embed Widget
x