Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 09:32 WIB

Mat Kelor Berhaji Lagi (13)

Upacara Kemerdekaan di Hajar Aswad

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 18 Agustus 2019 | 00:05 WIB
Upacara Kemerdekaan di Hajar Aswad
(Foto: ist)
facebook twitter

KEMARIN, tanggal 17 Agustus, semua anak negeri yang memiliki cinta tanah air gemuruh merayakan HUT NKRI. Tak hanya anak negeri yang tinggal di Indonesia, yang tinggal di luar negeri pun tidak ketinggalan. Bagaimanakah dengan jamaah haji Indonesia yang kini sedang berada di Mekah dan Madinah? Ucapan selamat dan ungkapan doa untuk Indonesia juga marak terbaca dan terdengar.

Subuh pagi ini, altar ka'bah sangat ramai. Orang thawaf padat sekali. Sepertinya yangpaling banyak adalah dari Indonesia. Mat Kelor adalah salah satu diantara banyak orang yang berdesak-desakan itu. Ketika ditanya niatnya, Mat Kelor berkata: "Untuk Indonesiaku." Saya terharu dengan nasionalisme Mat Kelor, yang pagi ini berkopyah hitam, berbaju merah dan bersarung putih.

Terdengar teriakan "Merdeka" dari hajar aswad yang direbut banyak orang itu. Suara itu jelas suara Mat Kelor. Rupanya dia berhasil mencium hajar aswad di tengah perebutan dengan orang-orang tinggi besar. Tiga kali teriakan merdeka itu terdengar, disambut dengan teriakan merdeka oleh jamaah Indonesia lainnya. Suasana seperti upacara bendera di Indonesia. Polisi penjaga hajar aswad tertawa saja. Mengapa tertawa?

Usut punya usut, polisi itu tertawa karena kecerdasan cara Mat Kelor dalam mencium hajar aswad. Dia menggendong orang tua Arab yang tak punya kaki yang kebetulan bertawaf memakai tangan dan papan beroda. Siapa yang tak iba melihat orang tua itu yang ingin mencium hajar aswad. Orang-orang memberikan kesempatan kepada orang itu dan otomatis Mat Kelor memanfaatkan momen ini juga untuk mencium hajar aswad. Orang tua itu untuk sementara didudukan di lantai. Untung saja polisi sigap melindungi.

Kopiah hitam Mat Kelor lepas dan hilang. Hanya baju dan sarungnya yang masih lengket di badannya, merah putih bak bendera berjalan. Mat Kelor menangis bahagia dan berkata: "Kalau bukan kita yang menghormati dan mensyukuri Indonesia, lalu siapa lagi? Merdeka."

Mat Kelor pulang ke hotel, dan ternyata isterinya hilang, terpisah dari rombongan ibu-ibu. Bagaimana respon Mat Kelor? Dengan santai dia berkata: "Paling isteri saya masih belum selesai upacara." Teman Ma Kelor menimpali: "Jangan-jangan ikut karnaval Agustusan ke mall Arab ya. Merdeka." Kami semua tertawa. Selamat Hari Ulang Tahun yang ke 74 Indonesiaku. Jayalah selalu. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x