Find and Follow Us

Sabtu, 21 September 2019 | 09:37 WIB

Mat Kelor Berhaji Lagi (12)

Berkah dari Kebaikan tak Pernah Bisa Diduga

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 17 Agustus 2019 | 00:03 WIB
Berkah dari Kebaikan tak Pernah Bisa Diduga
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

VIRAL sekali di media sosial, khususnya Twitter, video seorang polisi Saudi bernama Majid bin Nadir menolong seorang ibu melintasi jalanan dengan arus air deras akibat hujan dua hari yang lalu. Media menyebutnya sebagai banjir, menurut saya, yang berasal dari daerah sering hujan, itu belum masuk kategori banjir. Ibu itu memberikan sejumlah uang, dan polisi itu menolaknya sambil berkata: "Ini kewajiban saya, ini tugas saya."

Tentu saja semua orang berkomentar positif akan kebaikan polisi itu. Polisi itu beretika kerja yang layak tiru; dia tak goyah dengan godaan uang. Al-Qur'an menyatakan bahwa tiadalah balasan kebaikan kecuali kebaikan. Menteri Dalam Negeri mengetahui peristiwa itu, lalu menghadiahi sang polisi itu uang 100 ribu riyal (sekitar Rp400.000.000) dan sebuah mobil. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi polisi yang lain.

Orang sebaik polisi tersebut sesungguhnya banyak didapati di musim haji ini. Saya lihat dengan mata kepala sendiri seorang pemuda menggendong seorang kakek melintasi jalanan banjir pada hari yang sama. Mungkin dia tak akan dipanggil Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan hadiah, namun yakinlah bahwa Allah pasti melihat dan membalas kebaikannya.

Sementara itu, Mat Kelor melihat sebuah peristiwa yang hampir serupa namun dengan akhir kisah berbeda. Seorang pemuda kurus tak kalah heroik dibandingkan polisi di atas, dia menolong seorang nenek yang terjatuh di jalan licin. Nenek itu dipikulnya dan terjatuh bersama-sama. Nenek itu pingsan, dan pemuda ini ditangkap polisi. Mat Kelor berkata ke polisi yang menangkap bahwa pemuda itu tidak salah. Namun polisi tak paham kalimat Mat Kelor yang berbahasa Madura ditambahi satu kata bahasa Arab, HADZA.

Mat Kelor dibawa juga ke kantor polisi sebagai saksi. Terpaksa saya ditelpon untuk menjadi penerjemah Mat Kelor. Alhamdulillah saat ini semua sudah jelas. Mat Kelor dan pemuda itu sudah bebas, tersenyum menorehkan sejarah di tanah suci.

Mat Kelor berkata kepada pemuda itu: "Jangan pernah berhenti berbuat kebaikan walau pasti ada yang tak paham, tak setuju dan tak menghargai. Cukup Allah yang menjadi rujukan kita. Letakkan Allah dalam HADZA (sambil meletakkan telunjuknya di dadanya). Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x