Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 12:10 WIB

Berlaku Adil dan Berbuat Baik pada Orang Kafir

Kamis, 15 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Berlaku Adil dan Berbuat Baik pada Orang Kafir
(Foto: ilustrasi)

ADA tiga perlakuan kita terhadap muslim dan kafir yang dinilai sama yaitu dalam hal menepati janji, berbakti pada orang tua dan bersikap amanat. Ada perkataan dari ulama salaf,

Dari Maimun bin Mihran, ia berkata, "Ada tiga hal di mana perlakuan antara muslim dan kafir itu sama. Pertama, menunaikan amanat pada orang yang memberi amanat baik muslim maupun kafir. Kedua, berbakti pada orang tua sebagaimana firman Allah Taala (yang artinya), "Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya"(QS. Luqman: 15). Ketiga, memenuhi perjanjian dengan orang yang membuat perjanjian denganmu baik ia muslim atau kafir." (Hilyatul Auliya, 4: 87)

Walau kita bara atau tidak loyal pada agama orang kafir, bukan berarti kita tidak boleh berbuat baik pada mereka. Seorang pegawai dengan atasannya yang non muslim tetap ia harus menunaikan amanat dengan baik. Seorang anak terhadap orang tuanya yang Nashrani tetap harus berbakti selama tidak ikut campur dalam keyakinan agama orang tuanya yang berbeda. Begitu pula dalam masalah perjanjian harus ditepati walau perjanjian tersebut dengan non muslim.

Namun catatan yang perlu berikan, tetap yang ada sangkut pautnya dengan agama, umat Islam harus loyal. Memberi hadiah natal atau mengucapkan selamat natal pada non muslim tidak dibolehkan karena ada sangkut pautnya dengan ajaran agama mereka.

Tentang berbakti pada orang tua, ada hadits yang dibawakan oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 25. Asma binti Abi Bakr berkata, "Ibuku mendatangiku di masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam keadaan membenci Islam. Lalu aku menanyakan kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Apakah aku boleh menjalin hubungan dengannya?" Beliau shallallahu alaihi wa sallam pun menjawab, "Iya boleh."

Ibnu Uyainah mengatakan, "Tatkala itu turunlah firman Allah azza wa jalla mengenai Asma(yang artinya): "Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama." (QS. Al Mumtahanah: 8)." (Shahih)Lihat Shohih Abi Dawud (1468): [Bukhari: 51-Kitab Al Hibbah, 29-Bab Al Hadiyyatu lil Musyrikin. Muslim: 12-Kitab Az Zakah, hal. 49-50]

Hanya Allah yang memberi taufik untuk berbakti pada orang tua, menunaikan amanat dan janji. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

x