Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 12:46 WIB

Daging Kurban Tak Boleh Jadi Upah Si Penyembelih

Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:00 WIB
Daging Kurban Tak Boleh Jadi Upah Si Penyembelih
(Foto: Istimewa)

TIDAK boleh memberikan upah dengan mengambil dari daging kurban, atau kepalanya, atau bagian tubuh mana pun, sebab Daging kurban adalah harta yang dipersembahkan dari dan untuk kaum muslimin, oleh karena itu dia tidak boleh dijadikan sebagai alat pembayaran/upah atau dijual belikan, termasuk kulitnya, demikian ijma (kesepakatan) para ulama.

Namun, "penyembelih dibolehkan diberikan sedekah darinya", dan tidak dinamakan upah. Sedangkan upahnya diambil dari sumber dana yang lain. Dalilnya adalah, dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu:

"Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan aku untuk mengurusi penyembelihan unta-untanya dan menyedekahkan daging, kulit, dan bagian punuknya, dan saya diamanahkan agar tidak memberikan si tukang potong dari hasil potongan itu (sebagai upah)." Ali berkata: "Kami memberikannya dari kantong kami sendiri."

Berkata Syaikh Sayyid Sabiq Rahimahullah tentang hadis tersebut:

"Bahwa tidak diperbolehkan memberikan tukang potong dari hasil potongannya sedikit pun, maksudnya adalah tidak boleh memberikan upah (dari daging potongan), tetapi dia boleh diberikan upah atas kerjanya itu, dalilnya adalah: "Kami memberikannya dari kantong kami sendiri." Diriwayatkan oleh Al Hasan bahwa dia berkata: "Tidak mengapa memberikan kulit untuk tukang potongnya."

Jadi, ada beberapa pelajaran dari hadis tersebut.

Pertama, tukang potong tidak diupah dengan daging hewan kurban, namun boleh diberikan daging tersebut untuknya asalkan atas nama sedekah, bukan upah, sebab daging kurban adalah hak seluruh kaum muslimin, termasuk si pemotong.

Kedua, tukang potong boleh diupah melalui sumber dana lain.

Ketiga, dibolehkannya pengurusan hewan kurban diamanahkan kepada orang lain. (istilah sekarang: Panitia Qurban).

Keempat, semua daging dan kulitnya adalah dibagi-bagikan (disedekahkan), bukan dijual.

[baca lanjutan]

Komentar

x