Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 12:39 WIB

Mat Kelor Berhaji Lagi (3)

Mencari Teman Sejati

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 8 Agustus 2019 | 03:30 WIB
Mencari Teman Sejati
(Foto: Istimewa)

SAAT makan pagi bersama jamaah haji yang lain, Mat Kelor berkisah bahwa pengalaman hidupnya seringkali mengikuti kaidah terbalik dari kaidah yang biasa berlaku pada orang lain. Biasanya orang itu berkata: "Perbanyaklah teman, nanti akan banyak uang. Kadang uang datang lewat teman." Ternyata kaidah Mat Kelor berbunyi: "Perbanyaklah uang, maka akan banyak teman. Karena uang itu memang ada untuk disalurkan pada teman."

Dulu, saat Mat Kelor masih miskin, kemiskinannya dianggap sebagai nasib sial yang menular. Tak ada yang mendekat padanya. Mertuanya saja sering kali menjauh takut ketularan miskin. Hanya isterinya seorang yang tetap dekat dengannya karena yakin bahwa pada suatu waktu nanti suaminya akan menjadi kaya. Dari mana keyakinan sang isteri datang? Ternyata salah satunya adalah dari suara ngorok Mat Kelor saat tidur yang tipenya adalah tipe suara sepeda motor Cina, banter nyaringnya tak terkendali.

Kini, siapa yang tak mendekat ke Mat Kelor. Mertuanya kini bahkan minta dibuatkan rumah kecil di samping rumah Mat Kelor. Untuk memudahkan menjaga cucu, alasannya. Orang-orang yang dulu menjauh pun datang mendekat. Ini tak lain karena prinsip terakhir dalam pertemanannya adalah: "Uang itu ada untuk disalurkan pada teman." Di tanah suci ini, Mat Kelor selalu bersedekah walau tak mesti berwujud uang. Dengar-dengar, arloji rolex nya dishadaqahkan pada seorang ustadz pembimbing. Luar biasa, bukan?

Namun, yang sangat dibutuhkan dalam hidup adalah teman sejati, teman yang hadir karena satunya hati, bukan karena uang. Teman sejati, lanjut Mat Kelor, adalah teman yang ber-chemistry keakhiratan yang sama. Saya tersenyum dengan peningkatan penggunaan bahasa asing Mat Kelor. Mungkin ini salah satu berkah pergaulan Mat Kelor dengan para petinggi PT AMS (Alami Moringa Sejahtera) yang merupakan akademisi UM dan beberapa pegiat kelor nasional.

Tiba-tiba istri Mat Kelor datang bertanya kepadanya tentang alamat situs internet, mengapa sering diawali dengan "www." Mat Kelor menjawab santai: "Itu adalah cara berinternet yang sopan, tidak lama-lama ngenet. Www adalah singkatan dari wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh." Kami tertawa terbahak-bahak karena kami tahu bahwa www itu singkatan dari "world wide web." Tapi siapa yang mau ngelawan Mat Kelor. Salam www, AIM. [*]

Komentar

x