Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 11:43 WIB

Berproses Jadi Lebih Dewasa dalam Beragama

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 11 Agustus 2019 | 00:06 WIB
Berproses Jadi Lebih Dewasa dalam Beragama
(Foto: Ilustrasi)

SALAH satu kelemahan terbesar keberagamaan di negeri kita adalah menganggap musuh setiap orang yang memiliki pendapat berbeda dalam sedikit hal atau dalam dalam hal yang tak prinsipil. Mata tertutup untuk melihat banyak kelebihan yang dimiliki orang yang berbeda pendapat itu.

Inilah yang disebut belum dewasa dalam beragama. Belum dewasa bermakna bahwa bacaannya belum banyak dan pengalamannya belum luas. Bawaannya adalah merasa benar sendiri serta mudah menyalahkan orang lain. Celakanya adalah sikap tidak dewasa dalam beragama ini memiliki implikasi sosio-psikologis yang luar biasa, yakni sulit tersenyum dan sulit ramah pada orang lain.

Adalah sunnah Rasulullah untuk bermuka ceria dan tersenyum pada sesama. Adalah menyalahi sunnah Rasulullah jika selalu tampil bermuka masam serta merengut pada orang lain. Bacalah secara lengkap dan tuntas risalah Nabi Muhammad agar pesan utuhnya bisa dipahami dan diterapkan dengan sempurna.

Sayangnya, salah satu kelemahan terbesar lainnya dari keberagamaan kita adalah bahwa kebanyakan kita malas belajar dan malas membaca. Ribuan bahkan jutaan buku atau kitab yang belum kita baca, ribuan bahkan jutaan guru hebat belum kita dengarkan fatwanya. Sayangnya, hanya bermodal satu bacaan dan satu guru kadang kita sudah berani menganggap salah orang lain. Naif sekali, bukan?

Marilah belajar lebih dewasa dalam beragama. Gunakan akal, hati dan rasa sesuai dengan perintah Allah dan Rasulullah. Bagaimana caranya? Belajarlah dan belajarlah agar lebih dewasa dan mampu menikmati keragaman dan keberbedaan. Salam, AIM. [*]

Komentar

x