Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 21:14 WIB

Smart Islamic Parenting: Tips Memiliki Anak Shaleh

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 9 Agustus 2019 | 00:04 WIB
Smart Islamic Parenting: Tips Memiliki Anak Shaleh
(Foto: ist)
facebook twitter

"BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya," demikian pribahasa Indonesia yang sering kita dengar. Bermakna bahwa anak keturunan kita itu sesungguhnya memiliki kecenderungan besar untuk mirip dengan karakter kita sebagai orang tuanya.

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa 48% kebahagiaan anak dipengaruhi oleh kebahagiaan orang tuanya. Lantas bagaimanakah dengan keshalehan, keimanan, atau keberagamaan seorang anak?

Nabi Ibrahim akhirnya pergi meninggalkan Ibu Hajar dan putera kecilnya di lembah gersang bernama Mekah. Kehadiran anak itu adalah yang dipinta dan ditunggu, namun kemudian ditinggal begitu saja. Sang isteri tentu heran dan bertanya: "Apakah pergimu meninggalkan kami berdua di lembah ini adalah perintah Allah?" Nabi Ibrahim mengangguk. Lalu Ibu Hajar berkata: "Pergilah, Allah tidak akan menyia-nyiakan, membiarkan, kita." Subhanallah, tegar sekali jiwa Ibu Hajar sebagai seorang isteri, kuat sekali keyakinan Ibu Hajar sebagai seorang hamba. Nabi Ibrahim pun pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.

Seorang bapak yang taat kepada Allah, yakni Ibrahim, dan seorang ibu yang yakin sekali kepada Allah, yakni ibu Hajar, menjadi salah satu penyebab penting lahir dan tumbuh berkembangnya seorang anak shaleh, taat, dan beriman yang luar biasa, yakni Ismail. Bagaimanakah keshalehan dan ketaatan Ismail kecil pada waktu itu?

Saat Nabi Ibrahim menyatakan kepadanya bahwa beliau bermimpi diperintah Allah untuk menyembelih Ismail, Ismail dengan tegar penuh hakin berkata: "Bapakku, laksanakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. InsyaAllah engkah akan mendapatiku sebagai bagian dari orang yang sabar." Subhanallah, begitu hebatnya anak kecil ini. Lalau bagaimanakah dengan anak kecil kita? Jadilah orang tua yang beriman dan berkeyakinan kuat seperti Ibrahim dan Hajar, maka anak kita akan berproses menjadi seorang Ismail.

Bagaimana orang tua adalah sangat menentukan bagaimana anaknya. Ini adalah kaidah umum yang tidak bisa dibantah, walau pasti ada kasus yang menjadi pengecualian kecil (eksepsi)) dari kaidah ini. Semoga Allah karuniakan anak-anak terbaik pada kita semua. Salam, AIM@Tanah Suci Mekah [*]

Komentar

Embed Widget
x