Find and Follow Us

Minggu, 18 Agustus 2019 | 11:41 WIB

Dahsyatnya Anak yang Shalih

Oleh : Ustadz Afifuddin Rohaly, MM | Senin, 29 Juli 2019 | 02:02 WIB
Dahsyatnya Anak yang Shalih
(Foto: ilustrasi)

MEMILIKI anak yang shalih adalah sebaik-baik perkara bagi orangtua. Seorang anak yang shalih yakni yang istiqamah dalam agama. Dia menjaga agamanya dalam seluruh kehidupannya. Hal ini tentu investasi yang paling menguntungkan di dunia dan akhirat bagi orangtuanya.

Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam menjelaskan bahwa pahala seseorang tetap mengalir baginya meski ia telah meninggal. Ada pun pahala yang seperti itu adalah pahala dari ilmunya yang bermanfaat, jariyahnya yang terus dimanfaatkan penerima, dan anak yang shalih yang mendoakannya.

Hanya anak yang shalih yang memahami hak orangtuanya yang menjadi kewajibannya. Dan menegakkan hak orangtuanya adalah bentuk birrul walidayn. Dan anak yang shalih tahu birrul walidayn tidak selesai hanya karena orangtuanya telah meninggal.

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Sungguh seorang manusia akan ditinggikan derajatnya di surga (kelak). Maka dia bertanya. (Wahai Rabb) Bagaimana (aku bisa mencapai) ini semua? Maka dikatakan kepadanya. (Ini semua) disebabkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah yang selalu diucapkan oleh) anakmu untukmu.". (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Mengusahakan dan memiliki anak yang shalih di dunia adalah perkara utama dan membahagiakan bagi seseorang. Maka teruslah tanamkan agama pada anak kita. Anak yang shalih bukan lahir dari pergaulan yang salah. Anak yang shalih tidak terdidik oleh budaya K-Pop dan yang semisalnya. Anak yang shalih terbentuk oleh pendidikan di atas sunnah Nabi-Nya.

Apalagi bila sang anak adalah penghafal Al Quran. Allahu Alam. [*]

Komentar

x