Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:40 WIB

Kemunafikan Amaliyah

Oleh : Ustadz Afifuddin Rohaly MM | Kamis, 18 Juli 2019 | 02:02 WIB
Kemunafikan Amaliyah
(Ilustrasi)

SELAIN kemunafikan dalam itiqad (keyakinan), seseorang bisa terjangkit nifak pula pada sisi amaliah. Nifak ini termasuk yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam.Secara umum sifat seorang munafik sebagaimana yang disebutkan Nabi shalallahu alaihi wasallam, "Tanda orang munafik ada tiga, apabila ia berucap ia berdusta, jika membuat janji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia khianat," (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan bahwa "Dan apabila ia mengerjakan puasa dan shalat, ia menyangka bahwa dirinya seorang muslim,".

Orang munafik dalam kondisi lahir dan batin berbeda. Apa yang dilihat oleh orang lain, belum tentu sama dengan apa yang ada di dalam dadanya. Sebagaimana hadits di atas, seorang munafik secara lahiriahnya ia berucap suatu kalimat, namun batinnya mendustakannya. Jadi ucapannya dusta belaka. Begitupun, orang-orang melihat atau mendengar secara kasat mata seorang munafik ini berjanji, namun ia mengingkari janjinya. Dan apabila munafik diberi amanah, ia akan khianat.

Seseorang yang terjangkit nifak amali, dia akan memperindah ibadah atau amal baiknya di depan orang lain. Orang munafik menampakkan dirinya shalih ketika dikeramaian, namun berbeda saat sepi. Memang nifak adalah menyembunyikan hakikat, dan menampakkan dusta.

Karenanya tidak dijumpai orang yang riya, melainkan dikhawatirkan ia terjangkit nifak. Nifak amali dapat mengurangi dan melemahkan iman pelakunya. Kondisi seperti itu tentunya berbahaya baginya. Sebab dikhawatirkan ia akan melakukan kemungkaran lainnya, bahkan terjerumus pada nifak itiqad yang dapat mengeluarkannya dari Islam. [*]

Komentar

x