Find and Follow Us

Minggu, 25 Agustus 2019 | 16:19 WIB

Allah yang Tahu dan Kita Tidak Tahu

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 17 Juli 2019 | 00:04 WIB
Allah yang Tahu dan Kita Tidak Tahu
(Ilustrasi)

TERIMALAH segala ketentuan Allah, segala bentuk takdir, yang terjadi pada kita dengan hati yang ridho. Kalaupun terasa tak enak, jalani dan jangan dilawan dengan emosi kemarahan. Marah atas ketentuan Allah adalah termasuk perkara terjelek yang harus dihindari. Demikian salah satu dawuh Syekh Abul Hasan al-Syadzili.

Mengapa marah dan menggugat takdir itu termasuk hal yang sangat tercela? Karena itu bermakna bahwa kita tak percaya akan adanya rahmah dan hikmah di balik semua takdir. Orang yang percaya akan sifat adil dan kasih sayang Allah tentunya senantiasa positif memandang semua yang datang dariNya. Dalam banyak ayat Allah berfirmah: "Allah yang tahu dan kalian tidak tahu."

Pengetahuan kita terbatas pada apa yang bisa diindera dengan panca indera kita sahaja. Jarang sekali yang mampu membaca dengan mata hati yang bening. Panca indera kita sering kali hanya fokus pada hal yang bersifat duniawi sehingga terhijab dari melihat dan merasakan rahasia hidup yang tak tampak. Adalah mata hati yang bisa menghubungkan kita pada sinyal dan data yang bersifat ukhrawi, keakhiratan. Mari kita aktif fungsikan.

Syekh Khalid al-Ma'dan berkata: "Semua manusia itu semuanya memiliki 4 mata; dua di kepalanya yang digunakan untuk urusan dunianya dan dua di hatinya yang digunakan untuk akhiratnya." Yang manakah milik kita yang sering aktif atau online?".

Aktifkan mata hati kita untuk yakin bahwa Allah memiliki kehendak dan kuasa yang menjadikan ketetapannya adalah untuk kebahagiaan kita. Ada banyak orang yang memusuhi kita yang kita tidak tahu sebagaimana ada banyak orangvyang sayang pada kita yang kita tak pernah duga. Allah tahu semuanya. Pasrahkan saja semuanya kepada Allah. Semoga Allah senantiasa selamatkan kita dari ketaknyamanan yang kita tahu atau yang kita tak tahu. Selamat pagi, AIM. [*]

Komentar

x