Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 07:31 WIB

Menuju Mulia Bahagia Hakiki

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 13 Juli 2019 | 00:04 WIB
Menuju Mulia Bahagia Hakiki
(Foto: ilustrasi)

ADA banyak orang yang mati-matian "menghamba" pada orang-orang besar, orang-orang penting, para tokoh dan pejabat demi untuk mewujudkan kebahagiaan diri. Segenap pujian dan pengagungan dipersembahkan kepada orang-orang itu. Masalah pujian dan pengagungan itu tak berdasarkan realitas bukanlah suatu masalah. Yang penting adalah terus memujinya demi tetap dekat dan mendapatkan bias kenikmatan darinya.

Ada lagi model manusia yang selalu saja menjelek-jelekkan orang lain demi memulia-muliakan dirinya. Orang model ini kerjaannya adalah terus menjelekkan orang walau orang yang dijelekkan itu sesungguhnya tidak jelek. Bisakah kemuliaan hakiki itu digapai dengan cara menghina orang lain?

Teringatlah saya pada petuah kakek yang menjadi guru spiritual saya. Dengan suara pelan disertai batuk-batuk kecil beliau berkata:

"Kalau bahagia kita masih kita gantungkan pada orang lain, maka kita tak akan pernah benar-benar bahagia. Kalau kemuliaan kita masih kita upayakan dengan cara menghina orang lain, maka sungguh kita tak akan pernah benar-benar mulia."

Lalu bagaimanakah cara bahagia dan mulia yang sesungguhnya? Senangkan Allah dan gantungkan hidup hanya kepada Allah. Muliakan orang lain dan jangan pernah menghinanya. Belajarlah mengapresiasi; mengapresiasi Allah, manusia dan alam sekitar. Bisa? Mari kita berusaha. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x