Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 08:11 WIB

Bumi itu Sudah Padat, Langit Masih Luas dan Sepi

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 9 Juli 2019 | 00:04 WIB
Bumi itu Sudah Padat, Langit Masih Luas dan Sepi
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

COBALAH baca berulang kali ayat berikut ini dan renungkanlah: "Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu dan apa yang dijanjikan kepadamu." (QS. Az-Zariyat 51: Ayat 22).

Sungguh saya selalu tertegun saat bertemu dengan ayat ini. Betapa langit itu berperan penting, menjadi tempat yang penting dan menentukan bagi jalan hidup kita. Sayangnya, kita terlalu sibuk dengan bumi sampai melupakan langit. Inilah yang menjadi salah satu penyebab utama derita kita, salah fokus karena melupakan faktor penting hidup kita. Sebab-sebab rizki kita dan segala apa yang dijanjikan Allah kepada kita itu posisinya ada di langit.

Jangan kosongkan langit dari doa kita. Sungguh rugi jika langit yang begitu luas dan siap menampung segala pinta ternyata sepi dari doa kita. Allah akan memberikan apa yang kita pinta seukur kesiapan pangkalan hati untuk menerima pemberianNya. Hanya pangkalan besar yang bisa menerima pendaratan pesawat besar. Hanya hati yang besar yang akan menerima amanah yang besar.

Melabuhkan harapan kepadaNya adalah awal yang tepat yang akan menjadikan hati tenang dan terus termotivasi. Melabuhkan harapan kepada selainNya adalah langkah awal yang salah yang seringkali mengantarkan pada kecewa dan sakit hati. Seringkali kita punya pengalaman berharap dan berharap kepada selainNya, terus menunggu sampai akhirnya dibosankan dengan kecemasan, dan akhirnya harapan itu tak kunjung menjadi nyata.

Yang memiliki kepastian tak ingkar janji hanyalah Allah, Rasulullah dan orang-orang yang cinta serta takut kepada Allah. Jumlahnya tak sebanyak jumlah manusia. Karena itu maka sangat terbuka peluang bagi kita untuk menjadi korban PHP (pemberi harapan palsu) jika berharap pada janji dari selain yang disebut di atas. Pastikanlah sejak saat ini bahwa kita percaya pada janji-janji Allah, percaya pada testimoni dan petuah para utusan Allah serta orang-orang yang dekat kepada Allah.

Selamat menikmati hidup saudaraku dan sahabatku. Buanglah segala keterikatan hati kepada duniawi, mulailah keterikatan hati dengan yang bersifat ukhrawi. Ulama pertanian berkata: "Menanam padi akan tumbuh disampingnya beragam rumput. Menanam rumput tak pernah ada kasus tumbuh menjadi padi." Dahulukan akhirat, dunia pasti ikut. Namun jangan letakkan dunia itu di hati kita, letakkan saja di tangan kita agar mudah untuk berbagi dan tak harus sakit hati jika semuanya pergi. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x