Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 08:18 WIB

Ada Apa Dengan Senin dan Harus Bagaimana?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 8 Juli 2019 | 12:53 WIB
Ada Apa Dengan Senin dan Harus Bagaimana?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SENIN pagi ini saya sempatkan mencari buku yang berhubungan dengan hari Senin. Ini saya lakukan karena saya penasaran dengan penyakit malas kerja pada hari Senin yang sebagian orang menyebut dengan istilah sindrom Monday Blue.

Senin adalah hari pertama kerja, walau makna dasar Senin adalah dari bahasa Arab, adalah hari kedua. Senin dianggap sebagai akhir dari kesenangan Sabtu dan Minggu. Karena inilah maka Senin banyak tak disuka.

Ketemulah saya dengan buku karya Jon Acuff yang berjudul "Do Over: Rescue Monday, Reinvent Your Work, and Never Get Stuck." Tentu saya tidak bisa mengkhatamkan buku ini sekaligus, namun beberapa poin terpenting saya bisa catatkan sebagai renungan bagi kita semua. Siapa tahu bisa menjadi bahagia dan tersentuh menjadi lebih giat karena tulisan ini.

"Belasan tahun digunakan banyak orang untuk terus belajar demi kuliah dan lulus di perguruan tinggi yang diincar. Sayangnya, sedikit waktu bahkan tak ada waktu bagi mereka untuk mempersiapkan karir mereka pasca lulus dari kuliah." Sepertinya pengamatan ini ada benarnya. Setelah lulus, ada banyak orang yang hanya menunggu panggilan kerja, namun tak bersungguh-sungguh mempersiapkan diri untuk kerja. Lalu, bagaimanakah dengan yang sudah bekerja? Ternyata banyak juga yang tidak bersungguh-sungguh, terutama di hari Senin.

Selanjutnya buku ini menjelaskan faktor-faktor kesuksesan kerja. Menarik bahwa kecerdasan, IPK atau nilai studi tinggi tak disebutkan secara khusus. Menurut penulisnya, faktor terpenting kesuksesan kerja ada empat: relationships (hubungan sosial), skills (keahlian), character (sifat diri) dan work ethic (etika kerja).

Kalau saya peringkas, kesuksesan kerja itu ditentukan oleh soft skill (keahlian menata karakter emosi diri) dan hard skill (kemampuan menampilkan keahlian teknikal dan praktikal kerja). Ternyata, soft skill berperan paling utama. Bagaimana kita mengelola emosi kita dan etika kita dalam kerja dan dalam berhubungan dengan orang lain sangatlah menentukan kesuksesan kerja kita. Tidak percaya? Cobalah bentak atasan Anda di hari ini, hari Senin, maka Selasa kita akan menjadi kelabu.

Dari sekian banyak tata emosi dan kelola hubungan (soft skill), ternyata yang paling nampak hasilnya adalah apa yang dijadikan motto di banyak rumah sakit dan institusi lainnya: sapa, salam dan senyum (3S). "Hai, para pembaca tulisanku, apa kabar? Assalamu'alaikum." Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x