Find and Follow Us

Minggu, 15 September 2019 | 21:02 WIB

Nikmati yang ada dan Jadi Milik serta Tugas Kita

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 8 Juli 2019 | 00:04 WIB
Nikmati yang ada dan Jadi Milik serta Tugas Kita
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

TULISAN ini dibuat sesaat setelah saya melihat seorang kakek memikul sapu lidi untuk dijual ke pasar kota Sumenep. Kakek itu sudah tua, berkopiah hitam yang sudah lusuh dan bersarung merah sebawah lutut.

Saya terkesima saat beliau menjawab sapaan tetangganya yang salipan di jalan. Tetangganya itu naik sepeda motor. Beliau menjawab dengan senyum yang melambangkan ada optimisme menggapai rizki yang halal lewat kerjanya yang sederhana ini. Saya kagum lalu merenung dan menukiskan catatan ini.

Ada yang sibuk menjajakan biting dari lidi itu, ada yang sibuk menawarkan sapu lidi, ada yang sibuk menjual janur kelapa, ada yang sibuk jual beli kelapa dan ada juga yang sibuk memperdagangkan pohon kelapa. Dari satu pohon yang sama tercipta bermacam kesibukan. Allah Mahacerdas mengatur rizki para hambaNya. Ada berapa jenis pohon di dunia ini? Ada berapa peluang kerja yang bisa kita masuki? Berhentilah berkata "sulit mencari pekerjaan."

Ada yang berdagang partai kecil, ada yang berdagang partai besar. Semuanya mencari rizki dan semuanya hiduo. Ada yang berjualan partai eceran dan ada juga yang partai grosiran. Semuanya memiliki kesempatan tersenyum dan tertawa sebagaimana semuanya juga punya kemungkinan bersedih dan menangis. Sungguh Allah adalah Mahadil dan bijaksana. Berhentilah berkata bahwa bahagia hanya untuk orang besar.

Ada yang kesibukan hariannya adalah mengajar anak balita di lembaga PAUD, ada pula yang sibuk mengajari nyanyi anak usia TK, ada pula yang sibuk mengajari anak remaja serta yang sibuk mengajari anak mahasiswa. Semuanya dipacu menampilkan profesionalismenya demi menggapai akreditas dan mendapatkan sertifikasi. Semua menjadi sibuk dan pusing dengan syarat akreditasi dan sertifikasi. Semuanya tersenyum saat semuanya tuntas dan cair. Sungguh Allah itu luar biasa, membagi rizki dengan segala cara. Berhentilah berkata bahwa pekerjaan saya lebih berat dan pekerjaan mereka lebih ringan.

Ada banyak kemungkinan, ada banyak variasi, ada banyak macam pada sesuatu yang terjadi dalam hidup ini. Nikmati saja. Jangan banyak mengeluh. Tugas kita adalah menghadapi dan merespon dengan cara terbaik apa yang menjadi tugas kita. Ada banyak potensi bahagia di sana, namun ada juga jebakan derita di situ. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x