Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:55 WIB

Perjalanan Anda Menghasilkan Pahala atau Dosa?

Sabtu, 6 Juli 2019 | 07:00 WIB
Perjalanan Anda Menghasilkan Pahala atau Dosa?
(Foto: ilustrasi)
facebook twitter

SEBAGIAN besar atau bahkan seluruh umat manusia di seluruh dunia pernah melakukan perjalanan. Ada yang jauh dan ada pula yang dekat, dengan intensitas yang berbeda.

Tujuan melakukan perjalanan pun beragam. Mulai dari sekadar melepas kepenatan sampai tujuan yang serius dan penuh risiko. Perjalanan itu sendiri hukumnya mubah, artinya boleh dilakukan dan tidak mendatangkan dosa maupun pahala.

Namun karena mayoritas orang yang melakukan perjalanan itu untuk mencapai suatu tujuan dan tujuan itu ada yang baik dan ada yang buruk, maka para ulama membagi hukum safar (perjalanan) menjadi beberapa bagian.

Masing-masing memiliki hukum dan konsekuensi. Ada yang membaginya menjadi tiga, yaitu safar taat, safar mubah dan safar maksiat. Ada pula yang membaginya menjadi safar harab (lari dari berbagai keburukan menuju kebaikan) dan safar thalab (lihat pembagian ini dalam Al Mausuah, 25/27).

Safar taat ada yang wajib dan ada yang mandub. Safar jenis ini berarti menghasilkan pahala. Sebaliknya, safar maksiat berarti mendatangkan dosa dan haram dilakukan.

Berikut ini kami menyampaikan beberapa contoh perjalanan yang bisa mendatangkan pahala dan meraih rida Ar Rahmn.

(1) Haji Dan Umrah

(2) Bersafar Menuju Salah Satu dari Tiga Masjid

(3) Hijrah

(4) Jihad

(5) Safar Untuk Birrul Walidain

(6) Safar Untuk Silaturrahmi

(7) Safar untuk Menuntut Ilmu

[Ustaz Abu Isma'il Muslim Al Atsari]

Komentar

x