Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 08:37 WIB

Puasa Tak Puasa Sama Saja, Kitakah itu?

Kamis, 11 Juli 2019 | 18:00 WIB
Puasa Tak Puasa Sama Saja, Kitakah itu?
(Foto: Ilustrasi)

RASULULLAH shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut melainkan hanya rasa lapar dan dahaga." (HR. Ahmad 2/373. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid). Hal ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan bukanlah dengan menahan lapar dan dahaga saja. Namun puasa juga hendaknya dilakukan dengan menahan diri dari hal-hal yang diharamkan. Yang termasuk maksiat adalah buka-bukaan aurat dan meninggalkan shalat. Ini adalah maksiat.

Jabir bin Abdillah menyampaikan wejangan, "Seandainya engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja."

Itulah sejelek-jelek puasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja ketika berpuasa, sedangkan maksiat masih terus jalan, masih buka-buka aurat dan enggan berjilbab. Kesadaran untuk berhenti dari maksiat tak kunjung datang. Ucapan sebagian salaf berikut patut jadi renungan,

"Tingkatan puasa yang paling rendah adalah hanya meninggalkan minum dan makan saja."

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x