Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 08:41 WIB

Ikhlas dalam Menuntut Ilmu

Oleh : Ustadz Afifuddin Rohaly MM | Rabu, 3 Juli 2019 | 02:02 WIB
Ikhlas dalam Menuntut Ilmu
(Foto: Istimewa)

IBNU Abdil Baar dalam kitabnya Jami Bayanil Ilmu wa Fadlihi, "Awal sebuah ilmu adalah niat". Pernyataan ini menegaskan bahwa keikhlasan adalah bekal pertama dan yang utama bagi seseorang dalam belajar ilmu (agama).

Bila seseorang belajar tanpa keikhlasan pada awalnya, maka ilmu yang ia dapat bukanlah ilmu yang bermanfaat. Mungkin ia hafal apa yang disampaikan gurunya. Mungkin pula ia memahami konten yang ia dapatkan di majelis ilmunya. Namun ia tidak akan mendapatkan hakikat dari ilmu.

Berkaitan dengan orang yang tidak ikhlas dalam menuntut ilmu. Nabi shalalllahu alaihi wasallam memberi ancaman bagi mereka dengan tidak dapat mencium aroma surga. Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban meriwayatkan hadits Abu Hurairah radliyallahu ahu.

Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa menuntut ilmu yang seharusnya diharapkan dengannya Wajah Allah Azza Wa Jalla, tetapi ia tidak menuntutnya kecuali untuk mendapatkan sedikit dari kenikmatan dunia, maka ia tidak akan mencium aroma surga pada Hari Kiamat".

Bagaimana mungkin ia dapat masuk surga sedangkan aromanya pun ia tidak mendapatkannya?

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita dan meluruskan niat kita dalam menuntut ilmu. [*]

Komentar

Embed Widget
x