Find and Follow Us

Senin, 23 September 2019 | 09:35 WIB

Musim Haji Telah Tiba

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 3 Juli 2019 | 00:05 WIB
Musim Haji Telah Tiba
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

MUSIM haji telah tiba. Persiapan haji sudah tampak optimal dilaksanakan. Selamatan haji juga mulai ramai diselenggarakan. Manasik dan hal-hal berkaitan dengan kehidupan di Mekah Madinah secara serius dipelajari oleh para calon haji.

Bagi kebanyakan orang, haji adalah peristiwa spesial, peristiwa yang mendekatkan dirinya dengan Allah, dengan bertamu ke baytullah dan berziarah kepada Rasulullah. Begitu istimewanya haji, sampai gelar haji itu disematkan pada para pelaksananya.

Tahukah bahwa kebanyakan jamaah haji itu adalah dari kalangan fuqara, masyarakat strata ekonomi bawah? Itu hasil penelitian. Bahwa berangkatnya tetap memakai uang adalah iya. Namun uang itu kebanyakan adalah hasil menabung dengan membatasi konsumsi kebutuhan kesehariannya Orang yang berangkat haji karena memang kelebihan uang ternyata tidak terlalu banyak, mereka kaum minoritas.

Penelitian tentang ini bukan khusus pada jamaah Indonesia, melainkan juga jamaah haji dari tempat lainnya. Di musim haji, tampak sekali jamaah dari India, Bangladesh dan seareanya adalah dari masyarakat awam nan miskin. Saya sendiri pernah mewawancari mereka. Mengapa kok banyak dari kaum fuqara yang berhaji? Ada jawaban menarik untuk ini.

Barakah haji, mereka kaum fuqara itu untuk pertama kalinya merasakan satu derajat dengan tuan-tuan yang kaya, saat thawaf dan sai misalnya. Tidak ada jalur khusus orang kaya dan jalur khusus orang miskin. Semuanya sama. Pakaian ihramnya pun seragam, dua helai kain berwarna putih. Lafadz talbiyahnya pun sama saja di antara mereka. Rasa damai, rasa rukun, dan satu rasa adalah tiang pokok persaudaraan keislaman.

Rasa sama sebagai manusia itu adalah penting. Hanya dengan rasa ini kita akan bisa memanusiakan manusia dalam maknanya yang utuh. Dengan rasa inilah akan lahir rasa saling mengerti dan menghargai adanya perbedaan dalam tampilan dan kebiasaan diri. Dengan rasa inilah kita akan bisa memunculkan sikap sabar menghadapi sesuatu yang tak seirama dengan keinginan kita.

Sebagian ulama berkata bahwa disamping satu rasa kemanusian dan kesabaran sebagai berkah haji, ada lagi yang tak boleh lupa disebut, yakni indahnya bersama dengan orang-orang yang menuju pada satu tujuan, yakni ridla Allah.

Semoga semua berkesempatan naik haji dan atau umroh. Ada paket istimewa umroh awal bulan maulid (akhir Oktober-awal November) bersama kami. Seat terbatas. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x