Find and Follow Us

Kamis, 19 September 2019 | 00:39 WIB

Ini Hukum Duniawi dan Ukhrowi ketika Kita Lupa!

Kamis, 20 Juni 2019 | 12:00 WIB
Ini Hukum Duniawi dan Ukhrowi ketika Kita Lupa!
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

ULAMA Syafiiyah dan ulama Hambali dalam pendapat shahih menurut mereka, orang yang lupa berarti telah bebas darimukallaf (pembebanan syariat) ketika ia lupa. Karena mengerjakan suatu perintah harus dengan didasari ilmu.

Adapun pengaruh hukum terhadap yang lupa:

Pertama: Hukum ukhrawi

Sepakat para ulama bahwa orang yang lupa tidak dikenakan dosa sama sekali. Sebagaimana firman Allah,

"Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah." (QS. Al-Baqarah: 286)

Dalam hadits Ibnu Abbasradhiyallahu anhuma, ketika turun firman AllahTaala,

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah." (QS. Al-Baqarah: 286). Lalu Allah menjawab, aku telah mengabulkannya." (HR. Muslim, no. 125).

Dari Ibnu Abbasradhiyallahu anhumasecara marfu, Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Sesungguhnya Allah menghapuskan dari umatku dosa ketika mereka dalam keadaan keliru, lupa dan dipaksa." (HR. Ibnu Majah, no. 2045. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits inishahih).

Ibnu Taimiyah berkata tentang masalah ini,

"Siapa saja yang melakukan perkara yang dilarang dalam keadaan keliru atau lupa, Allah tidak akan menyiksanya karena hal itu. Kondisinya seperti tidak pernah berbuat kesalahan tersebut sehingga ia tidak dihukumi berdosa. Jika tidak berdosa, maka tidak disebut ahli maksiat dan tidak dikatakan terjerumus dalam dosa. Jadi ia masih dicatat melakukan yang diperintah dan tidak mengerjakan yang dilarang. Semisal dengan ini tidak membatalkan ibadahnya. Ibadah itu batal jika tidak melakukan yang Allah perintahkan atau melakuakn yang dilarang." (Majmuah Al-Fatawa, 25:226).

Kedua: Hukum duniawi

1. Jika itu berkaitan dengan meninggalkan perintah karena lupa, maka tidaklah gugur, bahkan harus dilakukan ketika ingat.

2. Jika itu berkaitan dengan melakukan larangan dalam keadaan lupa selama bukan pengrusakan, maka tidak dikenakan apa-apa.

3. Jika itu berkaitan dengan melakukan larangan dalam keadaan lupa dan ada pengrusakan, maka tetap ada dhaman (ganti rugi).

[baca lanjutan]

Komentar

Embed Widget
x