Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 07:51 WIB

Menjadi Orang Tua yang Baik

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 21 Juni 2019 | 00:03 WIB
Menjadi Orang Tua yang Baik
(Ilustrasi)

HUJJATUL Islam Imam al-Ghazali memiliki satu tulisan ringkas dan padat tentang etika dalam agama (al-adab fi al-din). Ulasannya sederhana sekali, mudah dipahami dan mudah dipraktekkan oleh yang mau.

Dalam bahasa iklan, tulisan ini adalah kiat praktis menjadi orang yang beretika. Kitab seperti ini kini harus sering dibaca karena rupanya masalah etika semakin banyak ditinggalkan, kalah laku dengan kiat praktis menjadi pribafi sukses nan kaya.

Di salah satu bagian di kitab ini beliau mengungkapkan bagaimana etika orang tua yang baik dalam berhubungan dengan anak-anaknya. Ada 5 hal yang beliau sampaikan:

Pertama adalah "orang tua selayaknya senantia menampakkan kebaikan kepada anak-anaknya." Bahwa orang tua itu harus berwibawa di hadapan anak adalah iya, namun berwibawa tidaklah bermakna harus marah-marah. Berupayalah berbuat dan berperilaku yang menanamkan kesan kepada anak bahwa orang tua telah mempersembahkan yang terbaik bagi mereka.

Kedua adalah "tidak membebani mereka untuk berbuat baik di luar batas kemampuannya." Setiap anak memiliki kemampuan tersendiri. Maksimalkan kemampuan mereka namun jangan tuntut mereka untuk mempersembahkan lebih dari kemampuannya agar mereka bisa menikmati hidup normal, tidak stress dan depresi. Terima mereka apa adanya.

Ketiga adalah "tidak memaksa mereka jika mereka merasa jemu (bosan)." Orang tua memang harus melatih dan mendidik anak. Namun perlu disadari bahwa dunia anak adalah berbeda dengan dunia orang tua. Aturlah sistem pendidikan dan pelatihan hidup mereka sebaik mungkin dan semenyenangkan mungkin. Hindari bentakan dan pemukulan, jauhi paksaan dan penghukuman berlebih. Jadikan mereka senang sehingga nantinya ketika orang tuanya meninggal maka mereka dengan ketulusan hati mendoakan mereka setiap saat.

Keempat adalah "tidak mencegah mereka untuk taat kepada Allah." Ini sangat penting. Ada beberapa tipe orang tua yang orientasi hidupnya adalah menggapai setumpuk harta sampai pada level tak peduli pada urusan agama. Tak jarang ada yang marah karena anaknya terlalu rajin ibadah, shalat dan mengaji dengan menganggap mereka tak ada guna dalam hidup. Sadarlah wahai para orang tua, ketaatan kepada Allah adalah yang utama, kunci utama kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kelima "tidak mentelantarkan pendidikan mereka." Nah, anak memiliki hak mendapatkan pendidikan yang layak, baik pendidikan formal maupun yang non formal. Pendidikan yang dimaksud adalah pelajaran-pelajaran yang memungkinkan anak tumbuh berkembang menjadi manusia yang manusia, manusia yang tahu dan sadar akan hak serta kewajibannya sebagai manusia.

Tentu saja, kata pendidikan ini meliputi banyak hal. Jangan pernah takut miskin dengan memondokkan atau menyekolahkan anak. Justru, yakinlah bahwa ada pertambahan rizki dalam keluarga dengan kita peduli pada pendidikan anak. Bacalah sabda Rasulullah tentang hal ini. Mungkin ada yang akan mendebat saya dengan berkata "mengapa saya tidak memiliki uang untuk sekolahkan anak saya?' Jawabannya panjang, suatu saat perlu dibahas strategi dan caranya.

Gamblang sekali uraian 5 etika orang tua itu, bukan? Sudahkah kita menjadi orang tua yang beretika kepada anak-anak kita? Didik anak-anak kita untuk beretika yang baik kepada kita sebagai orang tua, namun jangan lupa untuk juga menjadi orang tua yang beretika bagi anak-anak kita. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x