Find and Follow Us

Kamis, 18 Juli 2019 | 07:38 WIB

Saudara Baru di Pemalang, Jawa Tengah

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 20 Juni 2019 | 00:08 WIB
Saudara Baru di Pemalang, Jawa Tengah
(Ilustrasi)

PERTAMA kali saya datang ke Pemalang untuk acara pengajian atas undangan seorang ustadz di Pemalang yang rajin datang jauh-jauh ke pondok kami di Surabaya setelah mengikuti pengajian saya di youtube. Ustadz Shidqan namanya, seorang ustadz yang semangat keagamaannya luar biasa tinggi.

Tradisi pengajian di Pemalang ini mirim sekali dengan di Madura. Sang penceramah dikirab dengan iringan hadrah plus drumband bak menyambut seorang saudara yang lama melancong dan baru pulang ke daerah asalnya. Saya merasa mendapatkan banyak saudara baru di sini. Sehabis ceramah, acara ramah tamah tak cukup di satu tempat, ada banyak rumah yang minta dikunjungi. Tradisi yang sangat Madura sekali.

Saya tak hanya menyampaikan sesuatu melainkan, ini yang paling penting, saya mendapatkan sesuatu berupa pelajaran hidup berharga dari para kiai dan tokoh yang di acara pengajian ini. Pelajaran utama yang saya dapatkan adalah semangat menghargai orang lain dan sikap tawadlu' dalam bergaul dengan orang lain. Kiai dan tokoh di Pemalang ini cepat akrab dan mengakrabi serta bersedia berbagi pengalaman hidup.

Kiai Sofi makan bersama saya. Beliau kiai kharismatik yang tampil sederhana sekali, baju batik dan kopiah hitam. Selalu tersenyum dan menyapa akrab siapapun. "Bersama Allah itu menjadikan hidup terasa ringan," ungkapnya.

Pak Agus, tokoh muda mantan anggota DPR yang kini aktif mengembangkan madrasah Qur'an dan pelayanan masyarakat berkata: "Saya ingin ikhlas, saya tidak mau bekerja apapun dengan motif duniawi." Kami akrab dan saling berbagi cerita memperjuangkan lembaga pendidikan Islam.

Tibalah saya di rumah Ustadz Shidqan, ustadz yang juga sering ceramah di Hongkong dan Singapura ini. Selama kami kenal dan bertemu di pondok pesantren kota Alif Laam Miim Surabaya, beliau tak pernah cerita kegiatan dakwahnya. Setiap ke pondok kami, tampilan dan sikapnya adalah sebagai santri. Luar biasa santunnya.

Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan di Pemalang ini. Terimakasih Pemalang, insyaAllah persaudaraan akan terus terjalin. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x