Find and Follow Us

Selasa, 23 Juli 2019 | 23:21 WIB

Seruan Membatasi Keturunan sangat Bertentangan

Sabtu, 15 Juni 2019 | 21:00 WIB
Seruan Membatasi Keturunan sangat Bertentangan
(Foto: Istimewa)

JIKA ajaran Islam memerintahkan untuk memperbanyak keturunan. Ini bertentangan dengan program dua anak itu lebih baik. Karena slogan tersebut jelas bermaksud untuk mempersedikit jumlah umat Islam ini. Dakwah seperti ini adalah dakwah jahiliyyah dan bertentangan dengan dakwah Islam.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin memberikan keterangan, "Seruan untuk mempersedikit keturunan adalah seruan orang-orang kafir atau orang-orang jahil. Orang-orang kafir jelas sangat ingin jumlah umat Islam itu sedikit. Orang jahil pun demikian tak tahu maksud dan manfaat dari punya banyak keturunan. Ia hanya ingin melampiaskan syahwat saja pada pasangannya tanpa bermaksud untuk menambah keturunan atau mempersedikitnya.

Kita saksikan saat ini, sungguh disayangkan, banyak yang punya keinginan untuk mempersedikit keturunan. Yang dipikirkan adalah bagaimana memenuhi hajat syahwat antar pasangan. Sehingga tak dipikirkan untuk menambah keturunan. Sungguh pemahaman seperti ini sangat picik. Ketahuilah, anak selalu mendatangkan kebaikan. Allah akan membuka pintu rezeki yang tak pernah kita bayangkan dengan adanya anak tersebut. Karena Allah sendiri yang menyatakan, "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya" (QS. Huud: 6).

Sampai-sampai khawatir punya keturunan lagi, akhirnya para wanita menggunakan berbagai alat atau cara pencegah kehamilan (di antaranya: mengikuti program KB atau Keluarga Berencana dengan dua anak saja, -pen). Ada bahaya dari program semacam ini, di samping menghalangi maskud syariat untuk memperbanyak keturunan." (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 11: 31). Kalau alasannya punya banyak anak karena khawatir rezeki. Ingatlah, Allah yang menjamin rezeki. Tak percaya pula? Hanya Allah yang memberi taufik. [Muhammad Abduh Tuasikal]

Komentar

Embed Widget
x