Find and Follow Us

Rabu, 16 Oktober 2019 | 17:38 WIB

Standar Ganda: Anak sesuai Syariat, Orangtua Tidak

Kamis, 13 Juni 2019 | 17:00 WIB
Standar Ganda: Anak sesuai Syariat, Orangtua Tidak
(Ilustrasi)
facebook twitter

ADA kebiasaan unik di masyarakat kita. Kita sering melihat, para orang tua mengajari anaknya untuk melakukan yang paling ideal sesuai aturan syariat. Ketika makan dengan tangan kiri, mereka diingatkan. Ketika makan sambil berlari, mereka diingatkan. Memegang rokok, dilarang. Ketika TPA, mereka berbusana muslimah, meskipun yang mengantar berbusana tidak muslimah, padahal ibunya agamanya islam. dst. Kita ajari anak kita untuk selalu sesuai syariat, sementara orang tuanya terkadang merasa longgar untuk melanggar syariat. Padahal anak yang belum baligh tidak berdosa.

Terdapat banyak hadis yang menunjukkan larangan makan dengan tangan kiri,

Pertama, Ada perintah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Dari Umar bin Abi Salamah radhiyallahu anhuma, ketika beliau masih kecil pernah makan dengan kedua tangannya kanan-kiri. Kemudian diperingatkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Wahai anakku, sebutlah nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah yang ada di hadapanmu." (HR. Bukhari 5376 & Muslim 2022)

Kedua, meniru cara makannya setan. Menyerupai setan hukumnya dilarang. Karena setan itu musuh, bukan kawan. Sehingga jangan diikuti. Dan meniru kebiasaan setan termasuk mengikuti langkah setan.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Apabila kalian makan, maka hendaknya makan dengan tangan kanannya. Jika minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya." (HR. Muslim 2020, Abu Daud 3778 dan yang lainnya).

As-Shanani menjelaskan hadis Umar bin Abi Salamah, "Dalam hadis di atas terdapat dalil wajibnya makan dengan tangan kanan, karena ada perintah untuk melakukannya. Hal ini diperkuat lagi, dimana Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri. Sementara perbuatan setan, haram untuk dilakukan manusia." (Subulus Salam, 3/159)

Ketiga, didoakan keburukan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Salamah bin al-Akwa bercerita, Ada seseorang laki makan di samping Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah bersabda, "Makanlah dengan tangan kananmu!" Dia malah menjawab, Aku tidak bisa. Beliau bersabda, Benar kamu tidak bisa? -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa diangkat sampai ke mulutnya." (HR. Muslim 2021)

Ada 2 peringatan yang disampaikan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis di atas,
1. Perintah untuk makan dengan tangan kanan
2. Doa buruk karena dia tidak segara melaksanakan perintah dengan alasan tidak bisa.

As-Shanani mengatakan, "Dan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak mungkin mendoakan keburukan kecuali untuk orang yang meninggalkan kewajiban. Jika doa itu karena alasan orang itu bersikap sombong, memang ada kemungkinan demikian. Dan tidak jauh jika kita pahami bahwa doa itu karena kedua alasan tersebut." (Subulus Salam, 3/159).

Mulai biasakan makan dengan tangan kanan, dan tinggalkan makan dengan tangan kiri. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

x